nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Melihat Keindahan Gua Batu Cermin yang Dikunjungi Presiden Jokowi

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 12 Juli 2019 17:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 12 406 2078095 melihat-keindahan-gua-batu-cermin-yang-dikunjungi-presiden-jokowi-JhIOfsu95q.jpg Gua Batu Cermin di Labuan Bajo, NTT (Foto: Tiara Putri/Okezone)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini diketahui tengah melakukan kunjungan ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Di sana, dirinya bersama rombongan mendatangi sejumlah tempat. Salah satunya adalah obyek wisata Gua Batu Cermin.

Obyek wisata yang dikunjungi oleh Presiden Jokowi itu memang menjadi salah satu andalan lantaran keunikan yang dimilikinya. Gua Batu Cermin diperkirakan sudah ada sejak jutaan tahun lalu. Namun pada saat itu posisinya berada di bawah laut. Pergeseran lempeng bumi yang mengakibatkan terjadinya gempa disinyalir membuat posisi gua naik ke permukaan laut.

 Wisata Gua

Gua Batu Cermin terletak di Desa Batu Cermin yang tak jauh dari Bandara Internasional Komodo. Sesampainya di sana, wisatawan perlu membeli tiket masuk seharga Rp20 ribu untuk melihat keindahan dalam gua. Dari pintu masuk, wisatawan harus jalan kaki sejauh kira-kira 200 meter untuk sampai ke bagian luar gua.

Setelah itu, petualangan wisatawan di Gua Batu Cermin akan dimulai. Pertama wisatawan akan menaiki beberapa anak tangga untuk mencapai mulut gua. Area di sekitar mulut gua bisa dimanfaatkan oleh wisatawan sebagai spot foto yang menarik.

 Wisata Gua

Selanjutnya, wisatawan melanjutkan perjalanan ke dalam mulut gua. Layaknya gua pada umumnya, di bagian dalam terdapat stalaktit dan stalakmit. Namun posisi stalaktit di gua ini bisa dikatakan cukup dekat dengan kepala sehingga wisatawan disarankan menggunakan helm agar tidak terbentur. Selain itu, wisatawan juga perlu membawa alat bantu pencahayaan seperti senter karena di dalam gua sangat gelap.

Sekadar catatan, sebaiknya senter yang dibawa maksimal 2 buah. Sebab jika terlalu banyak dapat mengubah temperatur batu di dalam gua. Namun tidak masalah jika alat pencahayaan yang digunakan adalah senter ponsel.

 Wisata Gua

Panjang gua kira-kira 15-20 meter. Ada dua titik di mana wisatawan harus merunduk untuk bisa melewatinya. Bagian dalam gua juga terbagi menjadi dua ruangan. Pertama ruangan yang cukup besar dan lapang. Kedua ruangan bagian bawah gua yang memantulkan sinar matahari dan merupakan cikal bakal pemberian nama Gua Batu Cermin.

Pada bagian gua yang cukup besar, wisatawan dapat melihat batuan yang memiliki fosil penyu dan batuan karang. Fosil tersebut memperkuat anggapan jika dulunya gua ini berada di bawah laut. Selain itu, ada pula fosil seperti patung wanita.

 Wisata Gua

Selanjutnya, di ruangan terdapat lubang yang cukup besar di bagian atas gua. Ada waktu-waktu tertentu di mana posisi matahari tegak lurus dengan lubang sehingga memantulkan cahaya ke kedua dinding gua. Pantulan pada batu dinding itu dapat menerangi hampir 60 persen wilayah gua sehingga disebut Gua Batu Cermin.

Fakta menarik Gua Batu Cermin

Gua Batu Cermin ditemukan oleh seorang arkeolog yang kebetulan juga seorang misionaris dari Belanda bernama Thedore Verhoeven. Pada waktu itu, arkeolog tersebut menemukan beberapa fosil yang kemudian diteliti dan dijadikan bukti jika gua dahulu berada di bawah laut. Fosil yang terlihat diperkirakan lebih dari 80 persen hanya kulit luar. Lantaran cukup lama berada di darat dan curah hujan cukup tinggi, campuran air dan kapur membentuk kulit baru yang melindungi fosil-fosil tersebut.

 Wisata Gua

Keunikan lain dari Gua Batu Cermin adalah jika wisatawan mengeluarkan suara di dalam gua tidak akan bergema. Hal ini dikarenakan karakter fosil karang yang berpori-pori di dalam gua sehingga bagus untuk memantulkan cahaya tapi tidak dengan suara. Batuan di dalam gua juga tampak berkilau karena adanya campuran mineral dan garam.

Dahulu Gua Batu Cermin digunakan oleh banyak hewan sebagai tempat berlindung. Sebut saja kelelawar, ular gua, serangga laba-laba, dan jangkrik yang ukurannya besar. Namun lantaran sering dikunjungi hewan-hewan tersebut merasa kurang nyaman sehingga pergi dari gua dan mencari tempat perlindungan lain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini