Belajar Mengenal Kanker dengan Cara Sulit dari Indro Warkop

Dewi Kania, Jurnalis · Sabtu 13 Juli 2019 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 13 481 2078375 belajar-mengenal-kanker-dengan-cara-sulit-dari-indro-warkop-oDDBw5HLWe.jpg Indro Warkop. (Foto: Okezone)

HARI Selasa 9 Oktober 2018 menjadi hari yang suram bagi Indro "Warkop". Istri tercintanya, Nita Octobijanthy, meninggal dunia setelah kalah melawan kanker paru.

Sedih dan menyesal bukan kepalang, perasaan Indro "Warkop" setelah istrinya meninggal dunia karena kanker. Tak henti-hentinya dia menangisi kepergian sang istri menghadap sang khalik, bahkan mengakui kesalahan terbesarnya yang membuat ibu dari anak-anaknya itu tiada.

Tak asing lagi, pemicu terjadi seseorang menderita kanker paru ialah kebiasaan merokok. Baik itu buat para perokok atau lebih parahnya lagi buat orang-orang di sekitarnya.

Siang malam harus tidur di rumah sakit untuk bergantian menjaga Nita.

Ketika Anda menjadi perokok aktif di rumah, sebaiknya pikir-pikir lagi. Bisa jadi anggota keluarga tercinta Anda kena dampaknya, sama seperti mendiang Nita.

Divonis sakit kanker paru, membuat Indro "Warkop" dan anak-anaknya merasa terpuruk. Siang malam harus tidur di rumah sakit untuk bergantian menjaga Nita.

Tapi Tuhan berkata lain, Nita justru "sembuh" saat dipanggil Yang Maha Kuasa. Berat hati rasanya, namun keluarga Indro "Warkop" perlahan-lahan ikhlas.

Tak lama istrinya pergi, pemilik nama Indrodjojo Kusumonegoro ini menyesal pernah menjadi perokok aktif. Rupanya kebiasaan buruk itu sudah dijalani saat usianya menginjak ABG, tepatnya 11 tahun. "Merokok itu kebohohan terbesar saya dalam hidup ini. Saya malu banget," ucap Indro menyesal.

Ingat ceritanya harus menghabiskan waktu di akhir hayat istri, Indro

Ingat ceritanya harus menghabiskan waktu di akhir hayat istri, Indro "Warkop" mengingat kembali kesalahannya. Apalagi kondisi kedua orangtuanya saat itu tidak merokok.

"Saya lihat sepupu saat memulai merokok. Ketika itu mainnya sama orang yang lebih dewasa, jadi coba-coba merokok," tuturnya.

Belajar menghadapi kanker dari kasus Indro Wakop


Sekira 30 tahun jadi perokok berat, Indro "Warkop" bisa menghisap rokok sebanyak lima bungkus per hari. Kemudian dia "bertaubat" untuk memilih berhenti merokok, karena ingin hidupnya jauh lebih sehat.

"Sedihnya waktu anak-anak saya masih kecil, mainin rokok saya. Saya langsung mikir nanti kalau besar dia malah merokok. Sekarang kalau ingat itu, takut," ucapnya.

Terlebih saat istri tercintanya meninggal dunia, Indro "Warkop" benar-benar jauh dari tembakau. Dia pun enggan mengulangi kesalahannya itu lagi, karena mengingat kondisi kesehatan, serta usianya yang semakin menua.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini