nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ikhlas Merawat Anak Istri Kedua, Poligami Menghancurkan Impian Ibuku!

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Minggu 14 Juli 2019 13:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 14 196 2078677 ikhlas-merawat-anak-istri-kedua-poligami-menghancurkan-impian-ibuku-FSCi0muuVR.png Kisah Poligami (Foto: Irusdha/Instagram)

Siapa sih wanita yang ingin dimadu? Pastinya semua kaum hawa tak rela jika suami memiliki wanita idaman lain. Melanjutkan kisah wanita yang di poligami Fernita (Nama samaran), yang sebelumnya diberitakan oleh Okezone, berikut kisah lanjutan kehidupan Fernita setelah sang suami poligami menikahi wanita lain

Setelah Fernita ikhlas untuk dipoligami, kehidupan Fernita dan anak-anaknya pun berubah. Perusahaan ternama yang suaminya pimpin tiba-tiba saja jatuh dan mengalami kebangkrutan besar-besaran.

“Nah setelah poligami itu, anehnya papah ku tuh kan punya perusahaan sendiri ya perusahaan oli gitu ya cuman satu distributor oli minyak Abu Dhabi di Indonesia tuh cuma satu, punya papah aku doang. Perusahaanya ambruk loh. Bangkrut. “ ucap Novita, putri sulung Fernita kepada Okezone saat bercerita mengenai kisah poligami ayahnya. Minggu, (14/07/2019).

“Sampai pegawai-pegawainya itu minta gaji sambil bawa kampak lah ke rumah, terus menyerang lewat sosmed juga. Facebook aku, facebook adek aku, pokoknya diserang lah ya. Pada bang disitu bapaknya poligami lah, apalah, bayar hak kami juga. Bukannya enggak mau bayar ya, tapi kita tuh sampai jual rumah pada saat itu, buat bayar-bayarin hak-hak karyawan gitu kan” lanjutnya.

Setelah melewati masa keterpurukannya, perlahan hidup Fernita pun bangkit kembali. Usaha kateringnya sukses besar. Banyak sekali yang menyukai masakannya. Sampai akhirnya, justru Fernita lah yang menjadi tulang punggung kelurga dan bahkan menafkahi suaminya itu.

“Setelah drop itu, ibu aku yang naik. Kan ibu ku ibu rumah tangga ya, tapi dia bisa masak. Terus akhirnya dia punya katering, dan Alhamdulillah kateringnya maju.” ucap Novita.

“Nah akhirnya setelah poligami itu, justru ayah aku yang malah dinafkahin ibu aku dari katering. Jadi kebalik kan yah” lanjutnya.

Novita mengatakan bahwa hidup ibu tirinya itu sangat menyedihkan. Harapan menjadi istri pejabat pun pupus karena kalah nyaleg. Hidupnya dilanda kesengsaraan tanpa keluarga dan bahkan diusir dari rumahnya.

“Nah si istri kedua ini, yang mengharapkan high maintance seperti pengin mobil, pengin rumah juga perawatan wajahnya kan.” ucap Novita.

Sang ayah akhirnya nasibnya berangsur-angsur memburuk dalam segi keuangan. Sang Ayah sudah tidak memungkinkan untuk memberikan nafkah kepada kedua istrinya. Begitu juga nasib istri kedua, di mana ia harus kontrak rumah karena rumah yang ia tinggali menjadi sengketa. Mendengar musibah yang dialami suami, akhirnya Fernita merasa iba, dan akhirnya ia menanggung semua biaya termasuk anak-anak dari istri kedua.

“Nah terus kan dengan keadaan ayahku yang bangkrut gini, enggak mungkin support dong ya. Sampai akhirnya dia juga terusir dari rumahnya. Karena rumahnya tuh kan sengketa, ya, warisan gitu. Sampai enggak punya rumah dan akhirnya dia ngontrak. Sampai akhirnya anak-anak bawaan dia pun dirawat oleh ibuku loh. Mulia sekali kan ibuku” lanjutnya.

Hingga saat ini anak dari istri kedua itu masih tinggal di rumah Fernita dan bahkan ia rawat. Tanggungan keluarga pun Fernita lah yang menanggungnya, termasuk biaya makan dan sekolah untuk anak-anak dari istri kedua.

“Tapi yang lucunya ya ayah aku tuh jadi tambah cinta gitu sama ibuku dan menyesal gitu kenapa dulu dia harus nikah. Malah sekarang juga jarang ke rumah istri kedua, kayak tiga bulan sekali, kayak udah males gitu” ujar Novita.

Di sisi lain, Novita mengatakan bahwa pelajaran yang diambil dari kisah poligami ayahnya, menyadarkan bahwa jangan sekali-sekali mengecewakan istri. Namun di sisi lain, hubungan antara ayah dan ibunya lebih membaik. Sang ayah lebih mencintai istri pertamanya, karena melihat pengorbanan yang telah ia lakukan hingga saat ini. Kesabaran dan keikhlasan seorang istri membuahkan hasil yang indah. Sang ayah pun hingga saat ini menyesali apa yang telah ia perbuat, karena poligami menghancurkan segala impian istri dan anak-anaknya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini