nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Dokter Bedah Kanker Payudara yang Terkena Kanker Payudara

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 14 Juli 2019 10:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 14 481 2078613 kisah-dokter-bedah-kanker-payudara-yang-terkena-kanker-payudara-AOP1yMGvEj.jpg Penderita Kanker (Foto: BBC)

BERPROFESI sebagai dokter ahli tidak menjamin seseorang akan terbebas dari penyakit berbahaya yang bisa kapan saja menyerangnya.

Setiap penyakit dapat menyerang seseorang tanpa pandang bulu meskipun hal itu adalah pekerjaannya sehari-hari. Seperti kisah Liz O’Riordan yang terpaksa harus berhenti dari profesinya karena penyakit kanker payudara.

Sebagaimana diketahui, Liz merupakan seorang dokter bedah kanker payudara. Namun, nahas ia justru terserang penyakit yang sama dengan profesi yang digelutinya sehari-hari.

Awalnya Liz mengaku tidak berpikir sama sekali jika dirinya bisa terserang penyakit kanker payudara. Pasalnya penyakit tersebut adalah masalah yang yang menjadi pekerjaannya setiap hari.

"Seperti kebanyakan perempuan, saya tidak pernah memeriksakan payudara saya. Saya pikir, tidak akan terserang kanker, toh saya juga seorang ahli bedah kanker payudara,” terang Liz sebagaimana dilansir BBC.

Namun, ia pun melepaskan pekerjaan yang telah digelutinya selama 20 tahun, setelah didiagnosis menderita kanker payudara. Pada 2015 lalu, ia melakukan masektomi. Nahas, pada bulan Mei 2019 penyakitnya kembali muncul.

 

Liz sempat berpikir akan tetap bekerja sebagai ahli bedah kanker payudara sekiranya selama 20 tahun ke depan. Namun kenyataannya ia hanya mampu mengoperasi satu pasien dalam dua tahun.

Serangan kanker kedua itu mengharuskannya menjalani pengobatan radioterapi yang membuat bahunya tidak bisa digerakkan. Akibatnya ia harus mengambil keputusan untuk berhenti menjadi dokter bedah.

Tentunya hal ini membuatnya sangat sulit menerima hal tersebut secara emosional. Ia terpaksa harus mundur dari profesinya karena penyakit yang kerap ia tangani.

Sebelum mendapatkan diagnosis yang mengejutkan tersebut, Liz menemukan adanya benjolan. Setelah diselidiki, benjolan tersebut berupa kista. Padahal payudaranya dinyatakan sehat enam bulan lalu setelah melakukan mamografi.

Sayangnya benjolan yang ada di payudaranya itu semakin membesar. Sang ibu uang khawatir akan kesehatan putrinya mendesaknya untuk segera melakukan pemeriksaan ke rumah sakit.

"Kebanyakan pasien mendapat informasi yang minim. Saya melihat hasil pemindaian dan saya tahu saya perlu melakukan masektomi, saya juga mungkin harus menjalani kemoterapi karena saya waktu itu masih muda,” lanjutnya.

Liz yang kini berusia 43 tahun, mengatakan bahwa tak banyak dokter yang terserang penyakit sesuai dengan profesinya sendiri. Ia pun mengatakan tidak ada satupun dokter yang terserang penyakit yang sama di Rumah Sakit Ipswich.

Sebagai seorang dokter, ia pun mengaku khawatir dengan penyakit yang dialaminya. Banyak hal negatif yang muncul dalam benak wanita ini. Ia sangat stress karena dirinyalah yang kini menjadi pasien dari penyakit yang kerap ia sembuhkan.

"Bagaimana saya bisa menceritakan semuanya kepada suami dan orang tua saya? Bagaimana saya bisa berhenti sebagai dokter bedah dan hanya menjadi seorang pasien?" sambungnya.

Setelah mendiskusikan masalah ini dengan matang bersama sang suami tercinta, Dermot, Liz akhirnya memutuskan untuk mengumumkan penyakitnya kepada 1.500 pengikut Twitternya.

Ternyata kebaikan Liz selama menjadi dokter membuat para pasien mencintainyq. Ia pun mendapatkan begitu banyak dukungan dan pesan yang membuatnya terus berjuang melawan penyakitnya.

Pada 2018, dokter menemukan adanya benjolan di ketiak Liz. Benjolan tersebut diketahui melalui alat pemindaian sebelum melakukan operasi pengangkatan benjolan payudara.

Ia diperingatkan bahwa dirinya mungkin tidak bisa menggerakkan lengannya dengan benar setelah operasi. Di sisi lain, jika ia tidak menjalani operasi, maka akan meninggalkan banyak bekas luka, fibrosis, dan terhambatnya jaringan lunak, yang memang menurunkan kemampuan bergerak.

Ia mengatakan rumah sakit tempat bekerja melakukan yang baik dengan memberinya kesempatan untuk kembali menjadi dokter bedah. Meski bisa menjalankan aktivitas sehari-hari namun ia tidak bisa lagi membedah para pasiennya.

Baru-baru ini ia menjadi tenaga sukarelawan sebagai duta lembaga sosial, Working with Cancer. Badan ini memberitahu soal hak-hak manusia setelah ia memutuskan untuk kembali bekerja pada tahun 2017.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini