Kisah Nadya Valerie, Pejuang Kanker yang Berbagi Inspirasi di Media Sosial

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 14 Juli 2019 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 14 481 2078658 kisah-nadya-valerie-pejuang-kanker-yang-berbagi-inspirasi-di-media-sosial-U1U0kcaLwG.jpg Nadya Valerie, penyintas kanker yang senang berbagi kisah (Foto: Youtube)

NADYA Valerie. Dara cantik asal Surabaya berusia 23 tahun ini awalnya seperti kebanyakan wanita muda seusianya. Nadya atau yang disapa Nana ini sibuk mengejar karir dengan bekerja di sebuah kantor Notaris di Surabaya. Tapi takdir hidup mengubah rutinitas sehari-hari Nana, karena ia divonis menderita kanker.

Tepatnya pada 7 Mei 2019 tim dokter mengkonfirmasi bahwa ia menderita kanker kelenjar getah bening. Nadya yang juga masih menempuh pendidikan program master jurusan Kenotariatan di Universitas Airlangga ini pun senang berbagi kisahnya di media sosial. 

Kisah yang ia bagikan pun seputar perjalanan dirinya melawan penyakit kanker ini, menariknya ia bagikan kepada publik melalui media sosial tepatnya dengan tayangan vlog di platform Youtube dengan nama akun,” Nadya Valerie”.

 Nadya Valerie

Di video perdananya, yang ia unggah pada 1 Juni 2019, hanya berdurasi kurang dari empat menit. Nana menceritakan bahwa awalnya, hidupnya berubah pada 23 April 2019 saat dokter menemukan ada tumor berukuran 10 sentimeter di bagian perut tepatnya di perut bagian bawah sebelah kanan.

Nana kemudian melanjutkan, pada 30 April ia menjalani prosedur tindakan untuk mengangkat tumornya tersebut yang mana mengakibatkan ususnya harus dipotong sepanjang 50 sentimeter. Sampai pada akhirnya, di tanggal 7 Mei 2019 silam dokter mengonfirmasi bahwa dari hasil biopsi tumor yang dilakukan, dipastikan Nana tengah mengidap penyakit

 

30 April tumor diagkat dengan usus dipotong 50cm. Lalu 7 Mei 2019, dokter masuk ke kamar inap, confirm hasil biopsi dr tumor itu adalah kanker kelenjar getah bening tipe agresif.

Kaget? Jelas, sedih dan terpukul? Jangan ditanya lagi. Tentunya kala itu perasaan Nana bercampur aduk. Namun saat itu juga, Nana mengaku ia tersadar mempunyai dua pilihan dalam menjalani hidupnya sebagai penyintas kanker.

 Kanker

Pilihan pertama ialah mengurung diri, menutup diri dari dunia luar, tidak mau lagi terbuka dan berbagi cerita, tidak lagi menebarkan energi dan semangat. Kemudian pilihan kedua, ia tetap menjadi dirinya sendiri, tetap semangat, tetap ceria, dan tetap mau terbuka.

Akhirnya Nana memutuskan untuk menjalani pilihan yang kedua, di mana ia tetap menjadi dirinya sendiri, Nana yang semangat, selalu ceria, semangat, dan terbuka. Inilah titik poin, di mana dirinya terpikir untuk bercerita membagikan kisah hidupnya melawan penyakit kanker, seperti berjuang saat kemoterapi, dan sebagainya melalui media sosial, tepatnya dengan membuat vlog di Youtube dan juga linimasa Instagram.

Setelah mengunggah video pertamanya, sebagaimana hasil pantauan Okezone, Minggu (13/7/2019) Nana cukup rutin mengunggah perjalananannya sebagai penyintas kanker. Mulai dari tayangan video di mana dirinya pada 22 Juni 2019 silam, menjalani proses kemoterapi yang pertama dari enam kemoterapi yang harus ia lakoni di sebuah rumah sakit di Singapura.

Diungkapkan oleh Nana, dengan membuat vlog lengkap dengan tagar #Nanapastisembuh ini, ia berharap bisa mengajak orang banyak untuk bersama dirinya melewati perjalanan kemoterapi demi kemoterapi yang akan ia jalani nanti.

Setelah video perkenalan, pada 12 Juni 2019 lalu Nana juga mengunggah video yang menampilkan sekilas cerita tentang proses “Bone Marrow Biopsy” yang ia lakoni tanpa proses anestesi. Selanjutnya, lima hari kemudian, 17 Juni 2019 Nana bahkan menyempatkan diri untuk mengunggah video dengan judul “Penyebab Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma) Karena Makanan ???”, yang kurang lebih berisi penjelasan di mana dirinya menjawab seputar penyebab kanker yang ia derita berdasarkan yang ia alami.

5 hari kemudian, Nana mengunggah video yang bisa dibilang begitu menyayat hati. Video yang diunggah pada 25 Juni 2019 tersebut, berisi perjalanan Nana akhirnya memutuskan untuk memangkas habis rambutnya menjadi botak plontos karena mengalami kerontokan rambut parah sebagai efek dari proses kemoterapi yang ia jalani.

 Nadya Valerie

Teranyar, pada 29 Juni 2019 kemarin, Nana juga memperlihatkan bagaimana perjalanan dirinya menjalani kemoterapi lengkap dengan cuplikan tur di seputar klinik rumah sakit, ICON SOC Farrer Park Singapore, tempat ia melakukan perawatan. Di video perjalanan kemoterapi ini, Nana mencurahkan isi hatinya, ia bercerita sesungguhnya menyaksikan sang Ibunda yang menangis setiap kali ia menjalani kemoterapi jadi bagian yang tersulit dari perjalanannya melawan penyakit kanker ini.

“Bagian tersulit setiap kemo bukanlah rasa sakit yang nana rasakan, tetapi melihat mami menangis setiap kali obat kemo mulai masuk ke tubuh nana. Ketika anaknya sakit, seorang ibu pasti merasa jauh lebih sakit. Begitupun ketika nana dikemo, mami jauh jauh lebih sakit daripada nana. Mami adalah orang yang paling menguatkan nana. Nana kuat karena nana tidak mau buat mami sedih,” ungkap Nana.

Selain mengunggah video yang mengisahkan perjalanannya melawan penyakit kanker getah bening ini. Nana bahkan juga masih sempat mengunggah video lainnya loh, yakni video di mana dirinya bernyanyi meng-cover lagu-lagu favoritnya.

Semoga Nana tetap semangat menjalani pengobatan, tetap menjadi inspirasi bagi banyak orang terutama para penyintas kanker lainnya, dan segera kembali sehat seperti semula.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini