nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertama Kali dalam 50 Tahun, Dua Piramid Kuno di Mesir Dibuka untuk Publik!

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 15 Juli 2019 16:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 15 406 2079157 pertama-kali-dalam-50-tahun-dua-piramid-kuno-di-mesir-dibuka-untuk-publik-6tpHTLH9Wt.jpg Piramid Bent dibuka untuk publik (Foto: Alaraby)

Bukan rahasia lagi kalau Mesir terkenal tak hanya karena eksotisme alamnya. Namun juga sebagai salah satu lokasi penting sejarah peradaban kehidupan umat manusia.

 Mumi di piramid

Buat Anda yang menyukai wisata sejarah, mungkin kabar terbaru satu ini jadi kabar membahagiakan. Sebab Kementerian Barang Antik Mesir baru saja membuka dua buah piramid kuno untuk publik. Ini merupakan pertama kalinya dalam kurun waktu 50 tahun. Seperti yang dijelaskan oleh Menteri Barang Antik Mesir, Khaled al-Anani.

Pembukaan dua buah piramid kuno kepada publik ini, sekaligus jadi momen untuk memamerkan penemuan terbaru termasuk mumi-mumi yang diawetkan dengan baik.

Menteri Barang Antik Mesir, Khaled al-Anani menyatakan, dua buah piramid ini adalah bangunan Piramid Bent dari zaman Firaun pertama, Raja Sneferu. Ia merupakan firaun pertama dari dinasti keempat Mesir.

Pembukaan dua buah piramid ini jadi pembukaan kembali piramid untuk khalayak umum pertama kali sejak 1965. Menurut Khaled, tim arkeolog juga telah menemukan sarkopagus alias peti jenazah yang terbuat dari batu bersamaan dengan sisa-sisa tembok kuno yang berasal dari era Kerajaan Pertengahan, sekitar 4.000 tahun yang lalu.

Tidak hanya itu, beberapa peninggalan sejarah juga bisa dilihat pengunjung di sekitar area Sungai Nil, area yang memang menjadi lokasi dari beberapa piramid tertua di Mesir. Mulai dari batu-batu, hingga mumi.

 Mumi masih awet

“Beberapa batu-batu, lempung, masker penguburan, peralatan dari zaman Periode Akhir, peti mayat dari kayu sampai beberapa mumi, semua dalam kondisi baik,” ungkap Khaled.

Mesir sendiri diketahui beberapa tahun terakhir giat berupaya menemukan harta karun. Ini bagian dari upaya untuk mempromosikan penemuan arkeologis, dan menghidupkan kembali pariwisata Mesir yang menurun sejak 2011 seperti dilansir Alaraby, Senin (15/7/2019).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini