nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Viral Video Tikus Makan Makanan di Warteg, Ini Bahaya yang Mengintai!

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 15 Juli 2019 10:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 15 481 2078935 viral-video-tikus-makan-makanan-di-warteg-ini-bahaya-yang-mengintai-BIU8gIHJLK.jpg Bahaya mengintai jika mengonsumsi makanan yang terpapar bakteri tikus (Bt.com)

Beberapa hari lalu, masyarakat sempat dihebohkan dengan sebuah video yang beredar di media sosial. Video tersebut menunjukkan seekor tikus yang sedang berkeliaran di antara makanan yang disajikan pada etalase sebuah warteg. Bahkan tikus tersebut memakan sejumlah masakan seperti oseng sayur, tempe, dan kol.

Perilaku tikus tersebut tentu membuat orang yang melihat merasa jijik dan geli. Terlebih selama ini tikus diidentikkan dengan hewan yang jorok dan penuh bakteri.

Tikus di warteg

Tidak menutup kemungkinan mereka yang mengonsumsi makanan yang telah terkena paparan tikus bisa terserang penyakit. Lantas, penyakit seperti apakah yang mengintai?

Mengenai hal ini, Okezone mencoba mencari jawaban kepada dokter spesialis penyakit dalam, dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH.

“Kalau melihat dari video di mana makanan hanya diinjak oleh tikus, kemungkinam makanan bisa tercemar oleh bibit penyakit yang dibawa oleh kaki atau badan tikus. Gejala yang timbul biasanya diare,” ujar dr Ari sewaktu dihubungi melalui pesan singkat belum lama ini. Gejala diare biasanya meliputi sakit perut, feses cair, mual, dan muntah.

Di sisi lain, tikus yang termasuk dalam ordo Rodentia juga bisa menularkan penyakit yang cukup serius seperti leptospirosis. Penyakit ini biasanya sering muncul setelah bencana banjir yang berasal dari kencing atau kotoran tikus yang tergenang air. Cara penyebarannya melalui luka terbuka pada tangan atau kaki dan mukosa mulut.

“Air atau makanan yang sudah tercemar oleh kotoran tikus yang mengandung leptospirosis akan menulark kepada manusia melalui luka terbuka atau mukosa mulut. Biasanya pasien dengan leptospirosis datang dengan keluhan demam tinggi mendadak, sakit kepala, mual muntah, lemas, nyeri otot terutuma otot betis, mata merah, timbul kuning pada mata dan kulit, serta urine berwarna seperti teh,” terang dr Ari.

sakit perut mau ee

Menurutnya, sekilas pasien yang terkena leptospirosis terlihat seperti pasien infeksi hepatitis virus. Oleh karenanya, pasien perlu mendapatkan penanganan secepatnya karena jika terlambat bisa berakibat fatal.

“Penyakit leptospirosis karena tikus sangat berbahaya bila berlanjut. Bisa terjadi berbagai komplikasi antara lain terjadi kerusakan ginjal, peradangan pankreas, liver, paru, dan otak,” tandas dr Ari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini