nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Andien Turut Plester Mulut Anaknya Sebelum Tidur, Awas Bahaya Ini Mengintai!

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 15 Juli 2019 20:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 15 481 2079217 andien-turut-plester-mulut-anaknya-sebelum-tidur-awas-bahaya-ini-mengintai-atlhzYwSYG.jpg Tehnik Pernapasan Buteyko (Foto: Instagram/Andien)

Unggahan penyanyi Andien di media sosial soal teknik pernapasan Buteyko yaitu memplester mulut sebelum tidur menjadi sorotan banyak pihak. Bahkan salah satu media asing turut memberitakan tindakan Andien. Lantas, bagaimana sebenarnya teknik tersebut bekerja?

Melansir BBC, Senin (15/7/2019), teknik Buteyko pertama kali dikenalkan oleh seorang bernama Konstantin Pavlovich Buteyko pada tahun 1950-an. Dokter tersebut mengatakan teknik tersebut melatih seseorang untuk bernapas melalui hidung ketika tidur. Caranya menutup mulut dengan plester sebelum tidur. Teknik tersebut dipercaya dapat menghilangkan gangguan yang berkaitan dengan paru-paru seperti asma.

Hingga saat ini, teknik Buteyko yang termasuk terapi alternatif populer di kalangan masyarakat dunia. Bahkan sudah banyak praktisi Buteyko di seluruh dunia yang memuji manfaat latihan pernapasan tersebut. Mereka mengklaim teknik itu dapat mengatasi sejumlah penyakit, dari diabetes, kelelahan kronis, ADHD, hingga depresi. Namun gangguan yang paling mungkin mengadopsi teknik ini adalah sleep apnea.

Sleep apnea merupakan suatu kondisi ketika jalan nafas seseorang tersumbat atau terbatas saat tidur. Kondisi itu membuatnya tidak dapat bernapas dengan mudah. Akibatnya orang tersebut mendapatkan kualitas tidur yang rendah sehingga menyebabkan kelelahan, depresi, dan penyakit lainnya.

Pendiri International Buteyko Clinic, Patrick McKeown mengatakan, bernapas melalui mulut merupakan faktor besar yang berkontribusi terhadap obstructive sleep apnea (OSA). Apabila mulut terbuka saat tidur, maka lidah akan terdorong ke dalam dan kemudian menghalangi jalan napas. Dengan menutup mulut, maka dapat mencegah hal itu terjadi. Akan tetapi, tidak semua dokter setuju jika menutup mulut ketika tertidur adalah pilihan terbaik.

"Saya mengerti memang lebih baik bernafas melalui hidung, tetapi kebanyakan orang tidak membuka mulut kecuali mereka kesulitan bernapas melalui hidung. Seseorang yang menderita OSA, tidak bisa mengatasi gangguan itu hanya dengan menutup mulut,” ujar seorang dokter bedah THT dan spesialis tidur, Dr Kathleen Yaremchuk.

Hal senada diungkapkan oleh otolaryngologist, Profesor Nirmal Kumar. Menurutnya tidak ada bukti yang meyakinkan dalam literatur medis jika teknik Buteyko dapat mengatasi sleep apnea. Namun yang pasti, bila seseorang melakukan latihan pernapasan apapun, maka secara umum dapat membantu mengatasi asma dan masalah pernapasan lainnya.

Sementara itu, terlepas dari kenyataan teknik Buteyko tidak terlalu efektif, Dr Kathleen dan Profesor Nirmal memperingatkan menerapkan teknik tersebut kepada anak-anak dapat berbahaya. Seperti yang diketahui, Andien turut memplester mulut anaknya, Kawa sebelum tidur. Meskipun itu tidak terlalu sering, tergantung keinginan sang anak.

"Jika anak itu jatuh sakit dan dia harus muntah, maka dia tidak akan bisa melakukannya. Dalam skenario terburuk, hal itu dapat menyebabkan dia tersedak,” ujar Dr Kathleen.

Sedangkan Profesor Nirmal berpendapat cara itu dapat membuat anak-anak mengalami kesulitan bernapas melalui hidung dan merasakan nyeri. “Cara yang dilakukan Andien adalah hal terakhir yang kami sarankan kepada siapa pun, karena ada bahaya yang signifikan. Dalam keadaan darurat, kebanyakan orang dewasa cenderung untuk bangun dan merobek plester, namun anak-anak tidak bisa,” ujarnya.

Profesor Nirmal menambahkan, anak-anak sering memiliki masalah pada saluran hidungnya yang dapat menyebabkan penyumbatan. Sebut saja kelenjar gondok atau hidung tersumbat yang sederhana. Kondisi itu membuat mereka harus bernapas melalui mulut, kalau tidak, mereka bisa meninggal.

Praktisi Buteyko, Patrick juga secara eksplisit memperingatkan untuk tidak menempelkan plester ke mulut anak-anak. “Cara itu sama sekali tidak direkomendasikan. Untuk anak-anak kecil, usia paling awal yang mulutnya bisa diplester minimal lima tahun. Itu pun tidak secara langsung menempelkan plester di atas bibir,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini