nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketika Museum Nasional Diserbu Wanita Berkebaya

Annisa Aprilia Nilam Sari, Jurnalis · Selasa 16 Juli 2019 20:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 16 194 2079801 ketika-museum-nasional-diserbu-wanita-berkebaya-AvvKWVp073.JPG SelasaBerkebaya. (Foto: Okezone/Icha)

KAWASAN Museum Nasional hari ini dipenuhi oleh sekumpulan perempuan cantik dengan kebaya yang beragam corak dan warnanya. Mereka adalah perempuan yang tergabung dalam Komunitas Perempuan Berkebaya.

Setiap hari Selasa, Komunitas Perempuan Berkebaya ini sengaja mengenakan pakaian khas nusantara demi mengajak perempuan di Indonesia untuk bangga memakai kebaya.

Lewat gerakan #Indonesiaberkebaya diharapkan agar para perempuan dapat mengenakan kebaya dalam kegiatannya dan tidak merasa direpotkan saat memakainya.

Selain itu, karena banyaknya yang masih belum mengetahui akan perbedaan kebaya dan baju lainnya yang menjadi alasan gerakan ini dibentuk.

karena banyaknya yang masih belum mengetahui akan perbedaan kebaya dan baju lainnya yang menjadi alasan gerakan ini dibentuk.

"Karna banyak yang masih belum tau kebaya bagaimana sebenernya, ada yang menyebut baju itu kebaya padahal bukan. lalu kita juga ingin menyosialisasikan bagaimana cara memakai kebaya supaya tidak merasa ribet dan repot," ujar Rahmi Hidayati selaku Pendiri Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia.

Selain dari kalangan perempuan yang ikut mensupport gerakan berkebaya ini, pemerintah pun juga sangat mendukung kegiatan yang ditujukan untuk melestarikan salah satu budaya Indonesia.

"kita menyambut dengan sangat baik kegiatan ini, karena setiap hari Selasa di Kemendikbud juga menerapkan selasa berkebaya ini," ujar Hilmar Farid Setiadi, PHD selaku Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI.

Pemerintah juga berharap agar gerakan ini selalu dijaga dengan berbagai cara, dan semoga kedepannya agar selalu ada acara-acara semacam ini yang akan selalu hidup tidak hanya di museum namun bisa juga sampai ke sekolah.

"Semangatnya ini terus mesti kita jaga dan kembangkan, Bikin aksi udah ada agendanya kan selanjutnya diadakan pameran. Karena menurut saya kunci dari keberhasilan gerakan ini adalah keterlihatan dan keterlibatan publiknya," tutup Hilmar.

 acara-acara semacam ini yang akan selalu hidup tidak hanya di museum namun bisa juga sampai ke sekolah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini