nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Netizen Tetap Bawa Bekal Makanan Meski Sudah Dewasa, Jangan Malu!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 16 Juli 2019 10:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 16 298 2079444 kisah-netizen-tetap-bawa-bekal-makanan-meski-sudah-dewasa-jangan-malu-Yzv37sUwxO.jpg Kisah netizen tetap bawa bekal meski sudah dewasa (Foto : @Felixs_ie/Twitter)

Kapan terakhir kali Anda dibekali makanan oleh orangtua? Sekolah menengah atas atau bahkan SD? Budaya bawa bekal faktanya akan terus tergerus seiring bertambahnya umur.

Bawa bekal dianggap seperti "anak mami" bagi sebagian orang. Bawa bekal juga dianggap terlau ngirit hingga akhirnya tak mau mengeluarkan duit buat jajan di luar. Anggapan seperti ini santer terdengar di masyarakat dan itu yang membuat beberapa orang menyudahi kebiasaan bawa bekal.

Tapi, tidak untuk netizen yang satu ini. Di usianya yang lebih dari 20 tahun, dia tetap percaya diri bawa bekal dari rumah. Tak ayal, banyak teman-temannya yang mengejek dia bahkan menyela dia karena kebiasaan bawa bekal tersebut. Namun, dia tutup telinga dan kini manfaatnya bisa dia rasakan.

Kisah ini diceritakan netizen dengan akun Twitter @Felixs_ie dan menjadi viral di media sosial. So, seperti apa cerita netizen ini mempertahankan kebiasaan bawa bekal?

Udah Gede Bawa Bekal

Tak bisa dipungkiri, bawa bekal dari rumah akan membuat orang lain mengejek Anda, terlebih jika Anda laki-laki muda. Ya, beda cerita kalau Anda sudah memiliki istri yang kadang pengin bawain Anda makan siang. Namun, dia tidak malu. Ada beberapa alasan kenapa akhirnya netizen ini tetap bawa bekal ke kampus. Apa saja?

1. Menjatah pengeluaran sebulan Rp 500 ribu

Alasan pertama adalah dengan prinsip Rp 500 ribu per bulan, dia mesti putar otak. Ya, salah satunya dengan bawa bekal ini. Upaya tersebut setidaknya dapat menekan pengeluaran.

Netizen ini masih kuliah dan dia mengaku kalau berasal dari keluarga yang tidak berlebih dalam hal harta. Apalagi prinsip dia kuat yaitu tidak meminta uang lebih dari apa yang sudah ditargetkan, Rp 500 ribu per bulan. So, bawa bekal tentu akan menekan pengeluaran.

Dia coba menganalogikan makan di luar seharga Rp 20 ribu. Jika pengeluaran itu dikali 20 hari, maka sudah Rp 400 ribu. Sedangkan, keperluan kuliah itu macam-macam. Ya, jilid, fotokopi, nge-print tugas, dan banyak lagi.

Di sisi lain, netizen ini mengaku kalau banyak teman-temannya yang meminta dia makan di rumah saja kalau memang tak ada uang daripada mesti bawa bekal. Tapi, konsep itu tidak dia sepakati. Sebab, kuliah bukan SMA yang setelah kelas selesai, Anda bisa pulang ke rumah.

Kuliah mengharuskan dia melakukan banyak kegiatan tambahan setelah kelas selesai. Misanya praktikum, bantu dosen, hingga kegiatan perkuliahan lainnya. Sedikit informasi, netizen ini ternyata asisten dosen juga, makanya dia nggak bisa langsung pulang pasca kelas usai.

2. Memastikan makanan yang dikonsumsi sehat

Selain karena urusan "cuan", bawa bekal sendiri juga dianggap netizen ini membuat dia bisa mengontrol makanan yang dia makan. Dia memastikan apa yang dimakan itu sehat dan bawa bekal sendiri bisa memastikan hal tersebut.

Pengalaman juga yang membuat dia memastikan akan selalu bawa bekal makanan. Ya, dalam suatu momen, dia sempat mencoba untuk makan di luar. Nahas, saat dia memesan sayur kacang, dia menemukan ulat di piring makanannya. Lalu, saat dia memesan mi, ada rambut di sana!

Trauma itu juga yang akhirnya membuat dia memutuskan untuk akan selalu bawa bekal apa pun kondisinya.

sudah besar bawa bekal

3. Menguji kemandirian

Lalu, alasan lain netizen ini membawa bekal adalah menguji kemandiriannya. Ya, jika Anda menilai pria muda bawa bekal adalah anak mami, netizen ini bukan definisi hal tersebut. Pasalnya, dia mengaku jauh dari orangtua, beda pulau malah. Jadi, bekal yang dia bawa adalah buatan dia sendiri.

Hal itu juga yang membuat dia kini mulai bisa memasak. Ya, sekali pun bukan makanan restoran, tapi dia mengaku bangga bisa melakukan itu sendiri. Tidak dibantu orangtuanya.

Bahkan, dengan mempersiapkan semua sendiri, dia dibiasakan buat bangun pagi dan itu pun berpengaruh pada kesehatan tubuhnya.

4. Bawa bekal karena alasan konyol

Alasan lain netizen ini bawa bekal adalah karena kejadian konyol. Dia mengaku pernah menjalin hubungan dengan seorang perempuan. Nah, karena si perempuan banyak meminta, akhirnya dia menyisihkan uang sakunya sekira Rp 200 ribu dari Rp 500 ribu untuk kekasihnya! Kebayang nggak tuh bisa apa dengan Rp 300 ribu?

Alhasil, dia pun mesti mengirit untuk bisa memenuhi kebutuhan hariannya. Ngenesnya, sudah diperjuangin dan rela berkorban, pacar netizen ini tetap meninggalkannya dan memilih pria yang lebih tajir. Kasihan!

5. Bawa bekal karena suka traktir teman

Selanjutnya, alasan dia bawa bekal adalah untuk menyisihkan uang jajannya supaya bisa traktir teman-temannya makan! Alasan aneh memang, tapi begitulah menurutnya. Bagi netizen ini, melihat teman-temannya bahagia, tersenyum, dan mengucapkan terima kasih, adalah hal yang bikin dia senang.

Dia mengaku berasal dari keluarga yang kurang baik dalam hal berkomunikasi, terlebih setelah ibunya meninggal. Nah, kondisi itu yang akhirnya membuat dia merasa untuk membuat dia bahagia, ya, salah satunya membahagikan orang di sekitarnya. Traktir makan jadi caranya!

cuitan bawa bekal

6. Karena bisa masak sendiri

Dan alasan terakhir dia bawa bekal adalah kemampuan dia dalam memasak bahan makanan. Hal ini ternyata dia manfaatkan dengan bawa bekal makanan. Dengan masak sendiri, dia pun dihadapkan dengan situasi harus mampu mengatur pengeluaran untuk bekal makannya.

Dia menjelaskan, dengan bawa bekal, dia bisa mengirit sebagian uangnya. Misalnya, ketika Anda pengin beli telur di kantin, harganya sekitar Rp 3 ribu. Nah, kalau masak sendiri, beli telurnya Rp 1.500, ya, kalau harga total paling Rp 2 ribu. Ngirit seribu kan? Ya, lumayan kalau dihitung bulanan.

Bisa masak juga diakui netizen ini bakal bermanfaat saat dia sudah berumah tangga. Jadi, saat istrinya sakit, setidaknya dia bisa membuatkan makanan sehat untuk pasangannya nanti. Bukti cinta juga, bukan?

"Nggak perlu malu buat bawa bekal. Biarin orang lain ngomong sesukanya, kita kan nggak bisa ngendaliin mulut dan pikiran mereka, yang terpenting kita jaga hati saja supaya nggak dengerin perkataan orang-orang itu. Kita nggak hidup buat ngikutin perkataan orang lain," kata netizen ini. So, masih malu bawa bekal?

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini