nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dicari! Anak-Anak SMK untuk Kembangkan Pariwisata Danau Toba

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Selasa 16 Juli 2019 10:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 16 406 2079454 dicari-anak-anak-smk-untuk-kembangkan-pariwisata-danau-toba-NdBVkW6Fnq.jpg Danau Toba. (Foto: Maps of World)

DANAU Toba merupakan satu dari sekian banyak tempat wisata di Indonesia yang sudah mendunia. Bahkan, keindahan Danau Toba ini telah mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai salah satu geopark.

Sayangnya, wisata di Danau Toba belum sepenuhnya maksimal, lantaran akses ke tempat tersebut masih terbatas. Karenanya, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan, Pemprov Sumut akan fokus dalam pembenahan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) guna mengembangkan pariwisata Danau Toba.

"Mindset manusia melayani pariwisata turis, kita ubah SMK lebih dominan dari SMA sehingga melatih pelayan-pelayanan para wisatawan dan itu yang paling penting dan sudah berjalan," kata Edy usai menghadiri rapat terbatas (ratas) pengembangan destinasi pariwisata prioritas di Kantor Presiden.

Masih Belum Ditemukan, Keluarga Korban KM Sinar Bangun Tabur Bunga di Danau Toba

Edy memaparkan, pembangunan infrastruktur di destinasi Danau Toba akan dilakukan mulai dari ring luar yang menghubungkan destinasi danau terbesar yang ada di Asia Tenggara itu.

"Perlu diketahui, Danau Toba dilingkari 7 kabupaten, yang menghubungkan antar-kabupaten dan membuat jalan rute yang sepanjang keliling ring dalamnya Danau Toba itu prioritas, dan yang paling tambahannya sudah terdapat di sana tinggal mengembangkan rute lapangan terbang di Silangit," paparnya.

"Saat ini sudah berfungsi dari Silangi ke tempat objeknya yang disiapkan," tambah mantan Pangkostrad itu.

Purnawirawan jenderal bintang tiga itu menegaskan bahwa Pemprov Sumut telah berhasil menekan terjadinya kathutla yang ada di hutan-hutan Danau Toba.

Saat ini, sambung dia, para petani telah beralih dari bercocok tanam palawija sehingga tak ada lagi aksi pembakaran hutan yang akan dijadikan lahan bertani oleh warga sekitar.

"Ada kebiasaan rakyat di sana bahwa tanah setelah dibakar subur, ada tanaman-tanaman yang sudah diganti. Ada Ibu Menteri KLHK menyiapkan tanaman-tanaman itu. (Jadi) tidak akan terjadi karena pariwisata membutuhkan green, Toba green sesuai visi kami," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini