nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Treatment Filler Bagus untuk Kesehatan Mental, Kok Bisa?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 16 Juli 2019 16:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 16 611 2079612 treatment-filler-bagus-untuk-kesehatan-mental-kok-bisa-rBcgGMHrcx.jpg Filler juga dapat perbaiki kesehatan mental (Foto: Treathampshier)

APA yang ada di benak Anda saat mendengar kata Filler? Tindakan memperbaiki area wajah dengan teknik mengisi bagian yang dirasa kurang. Tujuannya jelas untuk memperbaiki bentuk wajah atau istilahnya perbaikan secara estetika.

Tapi, apakah filler hanya sebatas soal estetika? Anggapan ini banyak diamini masyarakat kita. Padahal, treatment filler ini bisa juga untuk tindakan medis dan beberapa tindakan yang melibatkan tujuan psikis di dalamnya.

Hal ini disampaikan langsung Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr Dikky Prawiratama, SpKK, menurutnya, di masyarakat memang filler sangat terkenal membuat bibir terlihat lebih bervolume, hidung terlihat lebih maju, atau membuat dagu lebih lancip dan lebih panjang.

 Tren filler

Itu karena penduduk Indonesia sejauh ini memang memanfaatkan filler untuk kebutuhan estetika semata. Bahkan, dia menjelaskan kalau filler paling terkenal di Indonesia itu untuk hidung, bibir, pipi, dan area bawah mata. Semuanya ini berkaitan dengan masalah estetika.

"Padahal, filler juga bisa dimanfaatkan untuk dunia medis. Tidak secara khusus memang, tapi kandungan yang ada di dalam filler, dimanfaatkan juga untuk pasien osteoporosis," terangnya saat diwawancarai Okezone di acara Peluncuran Facille Dermal Filler Kalbe di Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Anda mesti tahu sebelumnya, dalam filler, terkandung asam hialuronat yang mana asam ini dapat berfungsi sebagai penahan kandungan air dalam kulit. Bahkan, asam ini sejatinya diproduksi di dalam tubuh manusia, tapi karena bertambahnya usia, produksinya jadi tidak maksimal.

Tidak hanya untuk masalah estetika

Selain fungsi estetika, asam hialuronat ini ternyata dapat dimanfaatkan untuk membantu menghidrasi sendi. Tidak sampai menyembuhkan osteoporosis, tetapi dapat mengurangi efek sakit yang ditimbulkan masalah tulang tersebut.

Ini terjadi karena di setiap sendi tulang, terdapat pelumas yang mana itu menjadi unsur penting dalam pergerakan tulang yang aktif. Nah, para penderita osteoporosis biasanya mengalami penipisan pelumas ini dan dengan asam hialuronat tersebut, penipisan pelumas sendiri dapat diatasi.

 Tren filler

"Jadi, bukan mengatasi osteoporosisnya tetapi membantu mengembalikan pelumas sendi tulang para pasien osteoporosis yang mana dengan begitu aktivitas tulang mereka jadi kembali baik dan meminimalisir rasa nyeri akibat pengeroposan tulangnya," papar dr Dikky.

Sementara itu, dr Dikky menjelaskan kalau tindakan filler ini juga memungkinkan dikerjakan pada mereka yang memiliki masalah kulit sebelumnya. Jadi, dia menceritakan kalau pernah menangani klien dengan kondisi Skleroderma yang mana kondisi itu membuat kulit wajah pasien mengeras.

Jadi, kulit si pasien cekung akibat tidak adanya sel lemak di sana. Nah, pasien tersebut ternyata masih anak-anak dan karena kondisi tersebut, si anak jadi tidak percaya diri.

"Alhasil, kita lakukan tindakan pengisian wajah dengan filler ini supaya si anak mau kembali ke sosialnya dan merasa percaya diri dengan tubuhnya," ungkap dr Dikky.

Dokter Dikky juga menjelaskan kalau pasien tersebut sering dibulli karena kelainan yang dia miliki. Tentu, dengan pertimbangan demikian dan memang ada masalah kulit sebelumnya, tindakan filler bisa dilakukan. Mesti ditekankan juga kalau tindakan ini harus dilakukan dengan tenaga profesional supaya hasilnya memuaskan dan meminimalisir risiko filler yang ternyata bisa sampai mengakibatkan kebutaan!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini