nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Cara Unik Ajarkan Toleransi kepada Anak-Anak

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 17 Juli 2019 16:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 17 196 2080139 ini-cara-unik-ajarkan-toleransi-kepada-anak-anak-cWNYzK9bpH.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Nilai-nilai toleransi harus diajarkan kepada anak-anak sedini mungkin. Terlebih masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk yang terdiri atas beragam suku, agama, budaya, dan ras. Kondisi ini membuat perbedaan menjadi hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Anak-anak yang tumbuh dengan penanaman nilai toleransi saat dewasa akan lebih menghargai perbedaan sehingga mencegah kemungkinan terjadinya tindak mendiskriminasi. Mengajarkan nilai toleransi bukan hanya tanggung jawab orangtua maupun sekolah, tetapi juga semua pihak. Sebab pelajaran toleransi bisa didapat anak dari mana saja. Salah satunya melalui kegiatan atau program yang digagas oleh sebuah lembaga atau instansi pemerintahan.

Beberapa waktu lalu, Kementerian Keuangan bekerja sama dengan SabangMerauke menggagas program ‘Seminggu Bersama Keluarga Kemenkeu (SBKK)’. Tujuan program ini adalah mengajarkan dan mempromosikan nilai-nilai toleransi, pendidikan, dan ke-Indonesia-an. Melibatkan para pelajar tingkat SD terpilih dari berbagai daerah di Tanah Air, program ini berlangsung pada tanggal 6-14 Juli 2019.

 

Dalam program tersebut, para pelajar terpilih yang disebut SBKK menginap selama seminggu di rumah keluarga SBKK yang merupakan pejabat Kemenkeu yang berlokasi di Jakarta. Selain menginap, mereka juga diajak untuk turut serta melakukan berbagai kegiatan seru setiap harinya. Selama menginap dan melakukan kegiatan,mereka didampingi oleh 1 orang kakak SBKK yang berasal dari mahasiswa PKN STAN.

Mengutip informasi yang diunggah oleh akun Instagram @toleransi.id, salah satu peserta ada yang berasal dari Bali. Peserta bernama Agung itu didampingi oleh mahasiswa bernama Kevin. Mereka tinggal bersama dengan sebuah keluarga dimana nilai toleransi sangat terasa. Hal ini diungkapkan oleh Kevin melalui video testimoni singkat.

Dirinya mengatakan bila keluarga tempat mereka tinggal memberikan kebebasan untuk mereka beribadah. Terutama untuk Agung yang beragama Hindu dan seringkali memakai bunga atau dupa ketika berdoa.

“Kemarin kita tanya,’Agung ibadah memakai bunga atau kadang memakai dupa, apakah boleh?’ Ibunya bilang, ‘Itu tidak apa-apa selagi itu urusan untuk pribadi kamu, untuk agama kamu, saya tidak melarangnya,’” ujar Kevin seperti yang Okezone kutip, Rabu (17/7/2019).

Dia menambahkan, meskipun berbeda budaya, tidak terjadi kesenjangan saat ia dan Agung menginap di rumah pejabat Kemenkeu. Malah mereka saling mencari tahu tentang budaya masing-masing.

“Justru dengan adanya perbedaan budaya tersebut kita bisa saling bertukar informasi. Terutama agung yang dari Bali, jadi keluarga sering bertanya banyak kepada Agung. Itu pengalaman toleransi yang saya rasakan bersama adik (Agung) selama mengikuti program SBKK,” tandas Kevin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini