nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jumlah Anak Obesitas Diprediksi Capai 70 Juta di 2025, Apa Penyebabnya?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 17 Juli 2019 08:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 17 481 2079910 jumlah-anak-obesitas-diprediksi-capai-70-juta-di-2025-apa-penyebabnya-IONuK9COwZ.jpg Anak obesitas diprediksi capai 70 juta di 2025 (Foto : Momjunction)

Obesitas kini menjadi salah isu global yang perlu disikapi secara serius. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi jumlah anak penderita obesitas di dunia akan mencapai 70 juta jiwa pada 2025 mendatang.

Menurut data Riskesdas 2013, jumlah anak di Indonesia yang mengalami obesitas terus mengalami peningkatan. Setidaknya terdapat 18,8 % anak yang mengalami obesitas dengan rentan usia antara 5-12 tahun.

Dokter spesialis gizi klinis, dr. Diana F. Suganda, M.Kes, SpGK mengatakan, penyebab obesitas pada anak terbagi menjadi tiga faktor antara lain, faktor perilaku, lingkungan, dan genetik.

"Intinya, mau anak atau orang dewasa, obesitas itu disebabkan oleh tidak seimbangnya energi yang masuk dan keluar," tegas Diana dalam acara Eating Like a Pro by Belo, di bilangan Jakarta Selatan, Selasa 16 Juli 2019.

Kondisi ini semakin diperparah dengan perilaku atau kebiasaan yang kini banyak digandrungi oleh anak-anak. Seiring berkembangnya teknologi, Diana menilai banyak-banyak anak yang keranjingan bermain gadget, serta mengadopsi pola hidup tidak sehat seperti mengonsumsi makanan berkalori tinggi.

liputan obesitas

Alhasil, mereka cenderung kurang melakukan aktivitas fisik, sehingga proses pembakaran lemak dan kalori di dalam tubuh pun tidak maksimal. Kebiasaan inilah yang kemudian memicu terjadinya obesitas.

"Makanan yang disukai anak itu seperti fast food, dan makanan manis. Makanan tersebut memiliki kandungan kalori, lemak jenuh, dan gula yang sangat tinggi. Sebagai contoh, satu porsi donat kopong saja mengandung 200 kalori, kalau ada isian dan topping bisa 300-an kalori. Satu burger 570 kalori," ungkap Diana.

Tidak hanya makanan, Diana mengatakan, aktivitas fisik yang kurang pada anak-anak menjadi pemicu terjadinya obesitas. Kehadiran produk berteknologi canggih seperti gadget, membuat fokus mereka terpaku pada benda tersebut.

“Mereka jadi malas beraktivitas. Pulang sekolah atau les langsung main gadget. Beda sekali dengan jaman dulu, anak-anak lebih suka bermain di luar rumah, seperti jalan-jalan atau bersepeda. Ketidakseimbangan inilah yang membuat anak-anak jaman sekarang rentan terkena obesitas," tambahnya.

Sebelum terlambat, obesitas harus segera diatasi karena dapat mengganggu kesehatan anak. Tak tanggung-tanggung, anak dengan obesitas ternyata juga memiliki risiko terkena stroke, darah tinggi, penyakit jantung, hingga diabetes.

anak gemuk

Dari segi psikologi mereka pun cenderung lebih mudah mengalami depresi. Pemicunya tentu saja datang dari lingkungan sekitar. Ambil contoh kasus bullying yang sering terjadi karena bentuk tubuh mereka berbeda dengan teman-temannya.

"Solusinya adalah menyiapkan makanan yang tepat untuk mereka. Batasi juga asupan gula, garam, dan lemak. Kemudian dorong mereka untuk melakukan aktivitas fisik setidaknya 60 menit per minggu. Lalu perbanyak asupan buah dan sayuran untuk bekal mereka ke sekolah," tukas Diana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini