nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Imbauan Bupati Pacitan untuk Tangkal Merebaknya Virus Hepatitis A

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 17 Juli 2019 11:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 17 481 2079996 imbauan-bupati-pacitan-untuk-tangkal-merebaknya-virus-hepatitis-a-wniaJFOf4C.jpg Ilustrasi tes Hepatitis A (Foto : Shutterstock)

Sejak beberapa waktu lalu Kabupaten Pacitan, Jawa Timur menjadi daerah dalam pengawasan pemerintah. Ya, Pacitan mendadak ramai sejak diturunkannya status Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 25 Juni lalu akibat virus Hepatitis A.

Tentunya hal ini membuat masyarakat menjadi khawatir dan waspada agar tidak tertular Hepatitis A. Data terbaru kasus Hepatitis A di Pacitan yakni sebanyak 1.110 kasus. Penyebab utamanya adalah virus yang ditularkan melalui berbagai media.

Salah satu penyebab utamanya diduga dari sumber air bersih yang tercemar. Air tersebut digunakan masyarakat untuk konsumsi sehingga virus Hepatitis A dengan mudah menyebar. Bupati Pacitan, Indartato mengatakan jika air bersih tertangani, masalah penularan penyakit hepatitis A di Kabupaten Pacitan bisa berkurang.

Tim Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Ichsan Firdaus bertolak menuju ke Pacitan untuk memantau dan mendapatkan progres langsung dari dinas kesehatan terkait berita kejadian luar biasa Hepatitis A.

ilustrasi pasien

Selain itu Ichsan juga ingin memperoleh gambaran untuk mencegah penyebaran Hepatitis A ketimbang harus mengobati. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Indartato mengusulkan ke pemerintah pusat dan provinsi secara jangka panjang beberapa sumber air bisa dinaikkan menjadi sumber air baku.

Tentunya sumber air ini bisa dimanfaatkan oleh para warga Pacitan setiap saat. Pasalnya, sudah sejak lama Kabupaten Pacitan kekurangan air bersih. Sumber air yang tidak higienis inilah yang menimbulkan potensi penyebaran virus Hepatitis A.

“Kaitannya dengan antisipasi faktor risiko, pertama melokalisasi virus supaya tidak menyebar. Kemudian pemerintah daerah dibantu Tim Penggerak PKK (TP-PKK) melakukan penyuluhan secara terus menerus ke masyarakat. Semua kepala sekolah dikumpulkan dan diberi penjelasan mengenai gerakan cuci tangan di sekolah agar tetap berjalan dengan baik,” terang Indartato.

Di saat yang sama pula, Indartato mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan penanganan KLB di Pacitan oleh pemerintah yang menjadikan kasus ini berkurang. Bahkan sejak 1 Juli 2019 sudah tidak ada lagi kasus Hepatitis A yang terjadi.

Meski demikian tugas pemerintah maupun DPR masih belum selesai. Ichsan berharap harus ada langkah-langkah yang diambil untuk mencegah penyebaran Hepatitis A. Apalagi musim kemarau akan berlangsung cukup panjang.

Kepala Balitbangkes, Siswanto menjelaskan hepatitis itu dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis C. Hepatitis A gejalanya agak ringan. Ditularkan dari kotoran seseorang (feses) yang masuk ke mulut orang lain yang ditularkan. Hepatitis A biasanya sembuh sendiri dan jarang yang meninggal, kecuali fulminan hepatitis.

Lebih lanjut, hepatitis B merupakan kasus yang berat, karena bisa menimbulkan sirosis bahkan kanker dan sifatnya kronis. Untuk hepatitis C banyak menyebabkan kanker dan belum ada vaksinnya hingga saat ini.

di rumah sakit

Siswanto menduga jika pemeriksaan dari sungai hasilnya negatif, maka ada kemungkinan penularan berasal dari makanan. Alhasil ia mengimbau masyarakat untuk memperbaiki sanitasi dengan tidak buang air sembarangan dan memastikan septic tank tak merembes.

“Lakukan penyediaan air bersih dan sanitasi lingkungan termasuk edukasi tidak boleh minum air mentah serta harus dimasak. Kemenkes juga telah membagikan rapid test untuk diagnosis sekitar lima ratusan, termasuk kaporit dan sebagainya untuk penurunan titik kulminasi penyakit ini,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini