nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Makin Banyak Masyarakat Indonesia Kena Hipertensi, Pesan Makanan di Ojek Online Jadi Penyebab?

Tiara Putri, Jurnalis · Kamis 18 Juli 2019 00:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 17 481 2080274 makin-banyak-masyarakat-indonesia-kena-hipertensi-pesan-makanan-di-ojek-online-jadi-penyebab-Om22vT4k5e.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Data Balitbang Kementerian Kesehatan menunjukkan penyakit tidak menular (PTM) bisa meningkat sampai 70 persen jika tidak ada perbaikan. Dalam sebuah kesempatan, Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K) mengatakan kondisi itu dapat membuat BPJS Kesehatan bisa mengalami defisit hingga rugi Rp28-30 triliun. Sementara itu, indikator PTM adalah hipertensi, diabetes melitus, obesitas sentral, cedera, kesehatan gigi mulut, dan gangguan mental emosional.

Menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Vito A. Damay, Sp.JP (K), M.Kes, FIHA, FICA, hipertensi merupakan salah satu PTM terbanyak di Indonesia. Namun masalah hipertensi ini juga terjadi di banyak negara dan merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia. Data World Health Organization (WHO) pada tahun 2015 menunjukkan sekira 1,13 miliar orang di dunia memiliki hipertensi. Artinya 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis hipertensi.

“Jumlah orang dengan hipertensi terus meningkat setiap tahunnya dan diperkirakan sebanyak 9,4 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya setiap tahun. Komplikasi dari hipertensi adalah penyakit jantung koroner yang berujung gagal jantung atau serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal yang dapat berujung cuci darah,” terang dr Vito sewaktu dihubungi Okezone melalui pesan singkat, Rabu, 17 Juli 2019.

 Dokter

Dirinya mengatakan ada beberapa faktor yang membuat jumlah penderita hipertensi di Indonesia meningkat setiap tahun.

“Pertama tentu saja pola makan yang terlalu asin atau tinggi garam. Kedua, kegemukan akibat kurang olahraga atau aktivitas fisik. Ketiga, ada faktor genetika,” ujar dr Vito.

Di samping itu, ada juga faktor lingkungan yang membuat masyarakat Indonesia mengalami hipertensi. Sebut saja stres karena pekerjaan, macet, dan masalah lain.

"Berbagai kemudahan juga bisa menjadi penyebab. Contohnya seperti pesan makanan lewat aplikasi ojek online yang bikin masyarakat malas gerak," imbuh dr Vito.

Untuk mencegah agar tidak terkena hipertensi, masyarakat Indonesia bisa melakukan tindakan sederhana seperti olahraga rutin dengan cara jalan kaki cepat atau jogging, berenang, maupun bersepeda selama 30 menit per hari, kemudian mengendalikan jumlah porsi makan dan memerhatikan kadar asupan garam, gula, dan lemak (GGL).

Usahakan mengonsumsi garam tidak lebih dari satu sendok teh perhari. Lalu untuk gula tidak lebih dari 4 sendok makan per hari dan minyak tidak lebih dari 5 sendok makan per hari.

“Cara itu dapat menjaga lingkar pinggang dibawa 80 cm untuk perempuan Indonesia dan dibawah 90 cm untuk laki laki. Selain itu setidaknya bila sudah usia 20 tahun pernah periksa tekanan darah untuk mengontrolnya,” tandas dr Vito.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini