nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gara-Gara Medsos Banyak Remaja Ingin Filler, Ini Efeknya di Usia Muda!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 17 Juli 2019 11:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 17 611 2079981 gara-gara-medsos-banyak-remaja-ingin-filler-ini-efeknya-di-usia-muda-G8OLYZOU70.jpg Waspadai efek filler pada usia muda (Foto : Popsugar)

Media sosial sekarang menjadi semacam role model seseorang dalam berpenampilan atau mencipta citra diri dengan segala "pencitraannya". Hal tersebut ternyata berdampak juga pada keinginan orang untuk mempercantik wajahnya dengan cara instan, salah satunya dengan filler!

Dijelaskan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr Dikky Prawiratama, SpKK, dirinya pernah mendapatkan pasien yang masih berusia 12 tahun. Gadis muda ini datang ke dirinya untuk melakukan tindakan filler hidung. Alasannya adalah "pekerjaan" dia sebagai modeling menuntutnya tampil sangat sempurna.

"Dia datang bareng ibunya. Minta saya buat filler hidung, tapi saya tolak karena alasan usia yang belum legal melakukan tindakan estetik," ungkapnya pada Okezone di acara diskusi media yang diadakan Kalbe, belum lama ini.

pasang filler

Dokter Dikky menjelaskan, di usia dia yang masih 12 tahun, wajah masih bisa berubah, karena dia masih dalam proses pertumbuhan. Ketika tindakan seperti filler dilakukan, maka wajah si gadis pertumbuhannya tidak akan semaksimal anak muda lainnya. Itu kenapa juga akhirnya dr Dikky menolak tawaran tindakan filler pada anak tersebut.

Selain itu, alasan psikologi menjadi pertimbangannya menolak tawaran filler pada anak-anak. Baginya, di usia yang masih labil, dikhawatirkan tindakan itu akan membuat dia jadi orang yang malah tidak mencintai dirinya sendiri. Sebab, dia sudah mau mengubah wajah aslinya dengan apa yang diinginkan.

Efek filler pada usia muda

Dokter Dikky menjelaskan, efek filler pada usia muda sama seperti mereka yang melakukan tindakan estetika ini di usia dewasa. Beberapa hal berisiko seperti lebam dan bengkak di area injeksi, kematian jaringan, hingga kebutaan.

"Reaksi paling ringan itu bengkak di area yang diinjeksikan filler. Area tersebut akan menjadi memar tapi tidak akan bertahan lama reaksinya," kata dr Dikky yang melakukan praktik di Yogyakarta.

Kematian jaringan bisa terjadi bila filler yang disuntikkan masuk ke pembuluh darah arteri dan hal ini menyumbat aliran darah. Efek yang terjadi ialah kematian jaringan. Kalau sudah begini, dokter akan melakukan peleburan cairan filler dengan hyalurdinase.

treatment filler

Dan efek paling membahayakan ialah kebutaan. Ini pun terjadi karena cairan filler masuk ke arteri jaringan mata dan menutup darah ke arah mata. Perlu diketahui, jaringan mata hanya bisa hidup dalam kondisi tidak teraliri darah sekitar sejam. Kalau tidak ditangani segera, risiko kebutaan di depan mata!

"Jadi, saya sarankan untuk tidak melakukan filler dengan bukan ahlinya. Sebab, kemungkinan terjadinya risiko itu sangat besar. Terlebih ketika klinik tersebut tidak memiliki hyalurdinase. Jangan asal filler dan usia anak-anak sangat tidak direkomendasikan," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini