nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Udara di Jakarta Buruk, Peralatan Elektronik Sumbang Polusi Lingkungan Juga Loh!

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 17 Juli 2019 13:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 17 612 2080042 udara-di-jakarta-buruk-peralatan-elektronik-sumbang-polusi-lingkungan-juga-loh-EwQbMTFrA4.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BEBERAPA waktu lalu polusi udara di Jakarta menjadi yang tertinggi di Indonesia. Data indeks kualitas udara Jakarta lewat aplikasi AirVisual, menyentuh angka 164, masuk dalam kategori tidak sehat (151-200). Dengan parameter PM 2,5, partikel debu berukuran kurang dari 2,5 mikron.

Studi terbaru menyebutkan, polusi udara membunuh 9 juta orang per tahun, termasuk 800.000 orang di Eropa. Polusi udara dapat mengurangi usia harapan hidup rata-rata sebanyak dua tahun.

Tapi, siapa sangka Pencemaran lingkungan setiap hari terus ada di sekitar kita. Bukan hanya dari polusi kendaraan, tetapi penggunaan alat elektronik hingga berbagai ragam zat energi lainnya.

Meski bahaya mengintai, sayangnya tidak sedikit orang peka dengan bahayanya bila tak mengubah kebiasaannya. Padahal ini sangat mudah diterapkan, asal membiasakan untuk hidup go green setiap hari.

Padahal ini sangat mudah diterapkan, asal membiasakan untuk hidup go green setiap hari.

Nah, salah satu yang dilakukan untuk meminimalisir pencemaran lingkungan, adalah mengurangi penggunaan sampah plastik. Sayangnya, berbeda dengan plastik penggunaan barang elektronik yang ramah lingkungan masih sangat minim padahal zat energinya yang tinggi bisa membahayakan lingkungan.

Memang, belakangan banyak produk elektronik seperti air conditioner, televisi, lampu, printer, hingga mesin cuci mulai menerapkan label ramah lingkungan.

Head of Product Marketing PT Astra Graphia Tbk Rudy Sunarto menyebut, printer sebagai salah satu elektronik yang seharusnya juga ramah lingkungan. Pasalnya, printer digunakan di hampir seluruh kantor di Indonesia.

Menurutnya, dari kantor besar hingga kantor start up setiap harinya membutuhkan printer sebagai salah satu operasional mereka. "Baik usaha kecil dan menengah, sampai start up," ucapnya.

Seperti diketahui, untuk mendukung penurunan pencemaran udara, maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempertimbangkan perluasan Ganjil genap di 13 jalan protokol. Nantinya, ganji genap akan berlangsung mulai 06.00 WIB hingga 21.00 WIB.

saat penerapan Asian Games jumlah partikel PM 2,5 di Jakarta hanya 25 mg per meter kubik.

Mengacu pada data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), saat penerapan Asian Games jumlah partikel PM 2,5 di Jakarta hanya 25 mg per meter kubik.

Biasanya partikel PM 2,5 di Jakarta berada di angka 65 mg per meter kubik atau jauh dari standar harian yang ditetapkan WHO yaitu 25 mg per meter kubik untuk kota metropolitan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini