Memaknai Poligami dari Kacamata Psikologi, Adakah Wanita yang Rela?

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 18 Juli 2019 14:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 18 196 2080508 memaknai-poligami-dari-kacamata-psikologi-adakah-wanita-yang-rela-RCiEirHXat.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Ketika si perempuan sudah bisa mengukur diri, serta punya jawaban, maka rasanya saat suaminya menikah lagi tak ada yang namanya sakit hati atau bermasalah di kemudian hari. Kecuali konteksnya suami tidak izin atau melakukan poligami diam, ini baru menjadi masalah.

"Lagi-lagi sekarang kembali ke istrinya apakah menerima atau tidak, tentu harus berdasar. Bagi wanita yang taat dan memiliki agama yang kuat, tentu akan menerima dan berusaha ikhlas," kata Mei.

Ketika seorang perempuan itu cenderung tidak rela, biasanya memang pilih berpisah. Tapi perbuatannya itu juga ada konsekuensi yang nantinya bakal dihadapi.

"Kalau istrinya tidak terima, ya memilih berpisah. Yang jelas apapun pilihannya, semua ada konsekuensinya. Yang penting saat memutuskan sesuatu, ya harus berdasar dan menerima dengan segala risikonya," tuturnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini