nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tolak Pelanggan Lokal, Restoran Ini Pilih Layani Wisatawan Asing

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 18 Juli 2019 18:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 18 298 2080606 tolak-pelanggan-lokal-restoran-ini-pilih-layani-wisatawan-asing-Q7DCB1Nn8L.jpeg Restoran Yaeyama Style di Jepang (Foto: kusahaerunews)

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menambah pundi-pundi uang. Salah satunya dengan membuka bisnis kuliner atau restoran. Bisnis ini memang terbilang cukup menjanjikan, apalagi bila dikemas dengan konsep yang unik.

Namun sebuah restoran di Ishigakijima Island, Jepang, justru menerapkan sebuah peraturan yang mengundang kontroversi. Bagaimana tidak, di saat orang berlomba-lomba meraup keuntungan sebanyak-banyaknya, Yaeyama Style justru melarang penduduk lokal mengunjungi restoran mereka.

Dilansir Okezone dari OddityCentral, Kamis (18/7/2019), pemilik restoran Akio Arima mengakui bahwa peraturan tersebut memang memengaruhi pemasukan restoran, karena untuk saat ini mereka hanya melayani wisatawan asing. Bahkan dalam beberapa hari, ia hanya dapat menjual beberapa mangkuk ramen.

Ini bukan karena olahan ramennya tidak laku atau tidak enak, tapi karena Arima sendiri yang menolak untuk melayani penduduk lokal. Alhasil, banyak pengunjung yang mempertanyakan keputusannya.

 Restoran

Namun melihat surat pengumuman yang tertempel di depan pintu restoran, diketahui bahwa alasan Arima menerapkan kebijakan tersebut karena ia sudah tidak tahan lagi melihat perilaku buruk penduduk lokal.

Bunyi surat pengumuman itu kurang lebih seperti ini:

Kepada pelanggan asal Jepang,

Wisatawan Jepang dari tahun ke tahun selalu menunjukkan perilaku yang sangat buruk. Oleh karena itu, kami tidak akan melayani pelanggan lokal sampai bulan Oktober mendatang.

Untuk saat ini, kami hanya melayani wisatawan asing. Kami meminta maaf kepada pengunjung yang telah menjadi pelanggan setia dari tahun ke tahun.

Keputusan Akio Arima rupanya memicu kontroversi di berbagai media sosial. Namun ia tetap bersikeras menerapkan peraturan tersebut, lantaran selalu menerima perlakuan kasar dan tidak sopan dari para penduduk lokal.

Sebaliknya, ia tidak pernah memiliki masalah dengan wisatawan asing sehingga ia lebih suka melayani mereka.

Menanggapi kontroversi tersebut, SoraNews24 membeberkan sejumlah perilaku tidak menyenangkan yang sering ditunjukkan oleh penduduk lokal. Mengingat Restoran Yaeyama Style hanya berkapasitas 12 orang, setiap pengunjung diwajibkan untuk memesan satu porsi ramen.

Namun sayangnya, masih banyak yang nekat memesan 1 porsi untuk disantap bersama-sama. Para penduduk lokal juga dikabarkan kerap membawa makanan dan minuman dari luar restoran, hingga mengajak bayi dan balita yang dianggap dapat mengganggu kenyamanan pengunjung lainnya.

"Orang Jepang selalu berpikir bahwa pembeli adalah Tuhan, di samping itu banyak yang menganggap perilaku turis asing itu sangat menjengkelkan. Saya rasa keputusan saya ini tepat untuk membuat jera mereka," terang Arima.

Meski dalam waktu sehari Yaeyama Style hanya mampu menjual dua mangkuk ramen, Arima mengatakan tidak mempermasalahkan hal tersebut.

"Dampaknya memang menurunkan set kami, tapi untuk saat ini saya akan terus menerapkan peraturan tersebut sembari bersantai dan membersihkan restoran," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini