nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Memprihatinkan, Sampah dari Jakarta Kini Setinggi Patung Pancoran

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 18 Juli 2019 20:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 18 612 2080673 memprihatinkan-sampah-dari-jakarta-kini-setinggi-patung-pancoran-7X1DtEbptc.jpg Sampah Jakarta sudah setinggi patung Pancoran (Foto: Enviromental Justice Atlas)

SAMPAH masih menjadi masalah terberat yang dialami Ibu Kota. Menurut data yang diterima oleh Waste4change, sebanyak 7.500 ton sampah masuk setiap harinya menuju Bantar Gebang. Sampah dengan jumlah yang banyak itu masuk dan hanya dibuang begitu saja.

Lebih parahnya lagi, salah satu zona timbunan sampah tertinggi di Bantar Gebang, tingginya hampir sama dengan atung Pancoran. Diprediksi jika tidak dapat dikelola dengan baik, maka Bantar Gebang tidak akan mampu menampung tumpukkan sampah lagi hingga 2021 mendatang.

Tak hanya itu, sistem pengelolaan sampah di Indonesia juga masih kurang diperhatikan. Sekiranya 81 persen sampah yang tidak terpilah maka dapat menurunkan harga material seperti plastik dan kertas yang notabene mendominasi sampah.

 Sampah

Project Executive Waste4Change, Pandu Priyambodo, mengatakan saat ini hanya ada 7,5 persen sampah yang ditreatment dengan cara dikompos atau ditanam. Pandu mengatakan bahwa kesadaran akan pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu, yakni berasal dari dalam diri seseorang.

“Semuanya harus dimulai dari hulu yakni dari diri sendiri. Ada tiga cara yang bisa digunakan yakni Reduce, Reuse, Recycle. Salah satu contoh reduce adalah dengan menggunakan totebag untuk mengurangi sampah plastik. Selain itu ada juga reuse dengan menggunakan kembali barang yang telah digunakan dan recycle dengan mengolah kembali barang bekas,” tutur Pandu, dalam acara Lock&Lock, Kamis (18/7/2019).

Sebagaimana diketahui, Waste4change merupakan sebuah wirausaha sosial di bidang persampahan yang menerapkan jejak kelola sampah agar lebih terintegrasi. Waste4change selalu melakukan pengangkutan sampah secara bertahap dan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai berapa banyak sampah di tempat tersebut.

Untuk memudahkan masyarakat dalam upoaya mengelola sampah dengan baik, Pandu menjelaskan tentang program Drop Box. Sekiranya ada 100 Drop Box yang disebar di berbagai daerah di Jakarta. Drop Box ini akan membantu orang-orang yang ingin membuang sampah berupa kertas dan plastik.

“Kami telah menyediakan 100 Drop Box yang tersebar di Jakarta untuk memilah sampah kertas dan plastik yang masih memiliki value. Selain Drop Box sebenarnya sampah yang masih memiliki value bisa disetorkan ke bank sampah,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini