nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kuku, Rambut dan Celana Dalam Digunakan Jadi Media Pelet, Ini Penjelasannya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 19 Juli 2019 01:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 18 612 2080780 kuku-rambut-dan-celana-dalam-digunakan-jadi-media-pelet-ini-penjelasannya-JzEw6zuoXL.jpg Illustrasi Sihir dan Pelet (Foto: Pixabay)

PELET sering dianggap sebagai salah satu senjata yang ampuh untuk menaklukkan lawan jenis. Beberapa orang yang gelap mata rela mencari jalan pintas dengan menggunakan pelet karena dinilai lebih efektif dan instan.

Seperti kepercayaan yang telah berkembang di masyarakat, beberapa benda bisa menjadi media yang ampuh sebagai sarana pelet. Beberapa diantaranya adalah rambut, kuku maupun pakaian dalam.

Alhasil beberapa benda tersebut menjadi buruan para masyarakat untuk melakukan aksinya. Namun, apakah kepercayaan tersebut benar?

Menurut ahli metafisika, Furi Harun, beberapa benda sebagai media pelet yang berkembang di masyarakat memang benar adanya. Tak hanya benda yang disebutkan sebelumnya, pelet juga ternyata bisa dilakukan dengan media foto.

“Pelet bisa dilakukan menggunakan foto atau mengambil pakaian daam, rambut, kuku dan lain sebagainya. Mengapa? Karena rambut dan kuku adalah bagian tubuh yang tidak dapat dimanipulasi karena ada ruh di dalamnya,” terang Furi Harun, saat dihubungi Okezone, Kamis (18/7/2019).

Lebih lanjut Furi mengatakan bahwa penggunaan pelet menggunakan foto akan berfokus pada mata korbannya. Mata akan menjadi media yang paling tepat sebagai sarana pelet karena banyak informasi yang diperoleh di dalamnya.

“Kalau pakai foto harus yang matanya menghadap ke kamera dan tidak pakai kacamata. Kenapa mata? Karena mata adalah jendela informasi seseorang. Selain itu nama lengkap tanggal lahir serta orang yang banyak pikiran bisa membuat keberhasilannya bertambah,” lanjutnya.

Lebih lanjut, selain rambut, kuku dan pakaian dalam ludah dan kotoran seseorang pun bisa digunakan sebagai sarana kejahatan seseorang. Meski demikian kotoran lebih mengarah kepada teluh/santet kepada korbannya.

“Kalau ludah lebih ke santet, kalau kotoran lebih ke ngerjain yang mengarahkan ke arah negatif. Hantu biasanya datang ke pikiran sasaran pada saat tidur. Sang pengirim pun memiliki pantangan seperti tak boleh berhubungan badan pada saat malam jumat. Kalau syaratnya gagal maka ritual pelet harus diulang. Semuanya tergantung jin yang membantu,” tutupnya.

 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini