nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Bifasik, Tidur yang Dilakukan 2 Sehari

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Jum'at 19 Juli 2019 10:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 19 481 2080871 mengenal-bifasik-tidur-yang-dilakukan-2-sehari-VXdm7jAgjQ.jpg Ilustrasi Tidur. (Foto: Reuters)

SALAH satu yang menjadi kebutuhan wajib manusia adalah tidur. Kurang tidur akan menyebabkan manusia mengalami kelelahan bahkan gangguan mental.

Nah ketika mendengar kata tidur, yang hampir pasti terbayang adalah tidur di malam hari. Mungkin satu-dua kali curi waktu untuk tidur siang hanya kalau sempat. Padahal, membiasakan membagi jadwal tidur di siang dan malam hari itu banyak manfaatnya. Pola tidur yang seperti ini namanya adalah tidur bifasik.

Lantas, apa itu tidur bifasik? Tidur bifasik adalah kebiasaan tidur dua kali dalam sehari, yaitu di malam dan siang hari.

Namun, tidur siang yang dimaksud di sini bukan hanya sebagai selingan sesekali atau sekadar untuk bayar “utang” tidur. Untuk Anda dapat menerapkan pola tidur bifasik, jadwal tidur siang harus dibuat rutin setiap hari.

Untuk Anda dapat menerapkan pola tidur bifasik, jadwal tidur siang harus dibuat rutin setiap hari.

Orang yang memiliki pola tidur bifasik biasanya tidur malam selama 5-6 jam dan tidur siang selama 20-30 menit setiap hari. Ada pula yang terbiasa tidur malam selama 5 jam dan tidur siang sekitar 1 sampai 1,5 jam setiap hari.

Bentuk lain dari tidur bifasik adalah membiasakan tidur selama 6-8 jam setiap malam, namun dibagi dalam dua shift. Misalnya, mulai tidur dari pukul 7-9 malam kemudian bangun sebentar dan lanjut tidur lagi dari pukul 12 hingga 6 pagi. Pola bifasik yang satu ini tidak memerlukan jadwal tidur siang.

Pola tidur bifasik yang dilakukan dua kali sehari, tampaknya masih kalah populer dibanding tidur sekali di malam hari. Ini karena selama matahari masih bersinar di atas kepala akan cukup sulit bagi kita, terutama bagi pekerja kantoran, untuk meluangkan waktu tidur siang.

Padahal, pola tidur bifasik diyakini memiliki lebih banyak manfaat ketimbang hanya tidur malam saja.

Berdasarkan banyak tinjauan penelitian, banyak orang merasa bahwa tidur bifasik membawa dampak yang baik secara fisik maupun psikis. Dilansir dari laman National Sleep Foundation, tidur siang memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan seperti:

Tidur siang bisa meningkatkan kinerja dan kewaspadaan otak. Itu sebabnya, Anda akan lebih merasa bersemangat setelah bangun dari tidur siang yang nyenyak.

Namun, jangan terlalu lama. Tidur siang selama 15 sampai 20 menit saja sudah cukup untuk menyegarkan kembali tubuh dan pikiran Anda. Jika terlalu lama, tidur siang justru bisa membuat Anda lemas dan pusing habis bangun.

Jika terlalu lama, tidur siang justru bisa membuat Anda lemas dan pusing habis bangun.

Jika dilakukan teratur, tidur siang barang sebentar saja bisa membantu mengurangi stres dan ketegangan yang dirasakan saat bekerja. Untuk mendapatkan manfaat optimal, tidurlah setiap hari di waktu yang sama. Tepatnya antara pukul 13.00 sampai 15.00.

Di waktu setelah makan siang ini, kadar gula darah dan energi biasanya mulai menurun sehingga rasa kantuk mulai menyerang. Agar lebih cepat nyenyak, tidurlah di ruangan yang gelap dan tidak terlalu bising.

Meningkatkan suasana hati (mood)

Ketika Anda kurang tidur, bukan hanya rasa kantuk yang menyerang. Namun, mood pun biasanya jadi buruk dan Anda cenderung mudah marah.

Solusi yang paling tepat saat Anda kurang tidur sebenarnya adalah meluangkan waktu sebentar untuk beristirahat. Inilah mengapa pola tidur bifasik adalah hal yang perlu diterapkan dalam keseharian.

Jika dibandingkan dengan minum kopi, tidur siang sebentar menjadi cara melek yang lebih membawa manfaat. Tidur siang adalah cara alami untuk memulihkan energi dan mood.

Jika dibandingkan dengan minum kopi, tidur siang sebentar menjadi cara melek yang lebih membawa manfaat.

Membantu penuhi kebutuhan tidur

Dengan rutin tidur siang pun Anda jadi akan lebih mudah memenuhi kebutuhan tidur harian Anda, yaitu 7-8 jam setiap hari. Anda pun akan terhindar dari risiko kurang tidur atau kebiasaan begadang hingga larut malam.

Jangan biasakan kurang tidur terus-terusan karena risikonya untuk kesehatan sama sekali tak sepele. Orang yang setiap hari kurang tidur berisiko tinggi mengalami kegemukan, penyakit kardiovaskular, penurunan fungsi kognitif otak, bahkan diabetes tipe 2.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini