nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Model Dewasa yang Sering Diajak Tidur Bareng Fotografer Nakal

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 20 Juli 2019 13:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 19 612 2081201 cerita-model-dewasa-yang-sering-diajak-tidur-bareng-fotografer-nakal-mrGmr4tS2S.jpg Ilustrasi model dewasa (Foto : Model Mayhem)

Dunia modeling tak lepas dari pandangan negatif masyarakat. Pekerjaan sebagai model dinilai kurang baik, bahkan kerap dikaitkan dengan "jual diri". Padahal, itu tidak selamanya benar.

Menjadi model merupakan pilihan yang sulit. Sebab, selain harus menghadapi pandangan sinis masyarakat, mereka juga harus menjaga tubuh dengan sangat ketat. Tidak hanya itu, model juga mesti menjaga iman karena sering ditawar pria hidung belang!

Seperti yang diceritakan Rosemerry (nama samaran). Model yang biasa berpose seksi di depan kamera ini mengaku punya banyak pengalaman terkait dengan tawaran tidur bareng fotografer nakal.

pesona model

Bagaimana kisahnya? Khusus pada Okezone, Rosemerry menjelaskan lika-liku dunia modeling yang mungkin belum pernah Anda ketahui sebelumnya.

Rosemerry menceritakan kalau dirinya sebelum jadi model sudah tahu kalau ada isu seperti ini. Itu kenapa sejak awal kerja sama dengan fotografer, dia mesti memastikan tidak akan mendapat tawaran aneh-aneh, apalagi berkaitan dengan ajakan tidur bareng.

"Ditawarin biasanya kalau foto udah selesai. Mereka (oknum pria hidung belang) akan bilang pekerjaan tambahan istilahnya dan aku tahu kalau itu mengarah pada urusan ranjang," ungkapnya saat diwawancarai Okezone, Jumat (19/7/2019).

Tidak hanya dia yang pernah menerima tawaran semacam itu, tetapi banyak rekan seprofesinya juga yang dihadapkan dengan kondisi demikian. Kalau Rosemerry sendiri memilih menolak tawaran "kerja tambahan" itu. Tapi, kalau rekan model lain mengiyakan, itu urusan mereka.

model dewasa

Rosemerry punya alasan sendiri kenapa dia lebih memilih menolak ajakan tidur bareng dengan fotografer nakal atau kliennya.

"Aku menjaga profesionalitas kerja. Gini, misalkan aku iyakan ajakan itu, terus besok aku dapet kerjaan bareng sama dia lagi, mau bagaimana perasaan dan muka aku. Aku lebih baik menolak daripada nanti jadi nggak nyaman kerjanya," ujarnya.

Nah, cara menolaknya pun Rosemerry punya tekniknya sendiri. Bukan dengan langsung mengatakan tidak di depan wajah si klien, tetapi dengan sikap yang tetap ramah. Cara ini sekali lagi agar pekerjaannya sebagai foto model tetap lancar dan tidak punya citra buruk.

Berdasar penjelasan Rosemerry, dia akan berbicara baik-baik ke pengajaknya dan menolaknya dengan cara yang halus. "Aku bilang gini biasanya, mohon maaf, pak atau mas, saya tidak mau ambil pekerjaan tambahan itu. Pekerjaan saya sebatas di sini saja," terang Rosemerry.

Dia menegaskan, jangan pernah takut untuk bilang tidak. Sebab, di sanalah harga diri Anda dan profesionalitas kerja Anda dilihat. Sekali lagi, jangan dilakukan dengan kasar atau secara tidak sopan. "Kita lihatin cara cantik dan mereka biasanya akan menghargai itu, kok," sambungnya. Kemudian, bagaimana jika klien memancing dengan modus agar kerjasama terus berlanjut?

Rosemerry mengatakan, jika kondisinya si klien atau forografer nakal itu tekah mendengar jawaban Anda yaitu menolak, biasanya mereka juga akan paham. Tidak kemudian menekan hingga mengolok-ngolok Anda yang menolak "pekerjaan tambahan" itu.

foto model dewasa

Tapi, perempuan berambut panjang ini tidak menutup kemungkinan juga banyak fotografer nakal yang nekat. Namun, sambung Rosemerry, biasanya dia akan mengincar perempuan lain yang memang bersedia diajak tidur bareng.

Proses mencari lawan lain pun biasanya melalui tangan Rosemerry. Jadi, saat Rosemerry tak bersedia menerima ajakan oknum yang nakal, pria tersebut akan meminta Rosemerry mencarikan perempuan yang bisa. Ini pun dengan menanyakan pada groupnya yang memang mau menemani oknum tersebut.

"Tapi, yang jelas aku sih selalu nolak. Kalau itu klien maksa, ya, aku tinggalin aja. Yang penting aku sudah tanggung jawab dengan pekerjaan yang sudah disepakati sebelumnya," tegas Merry.

Jadi, bisa dikatakan di sini kalau memang ada praktik-praktik seperti menjadikan model pelampiasan hawa nafsu. Tapi, si model berhak untuk menolak dan perlu dicatat juga di sini kalau tidak semua fotografer itu nakal. Itu hanya oknum yang memanfaatkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini