nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nunung Sebut Sebagai Penambah Stamina, Sebenarnya Ada Gak Sih Manfaat Sabu?

Tiara Putri, Jurnalis · Sabtu 20 Juli 2019 15:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 20 481 2081410 nunung-sebut-sebagai-penambah-stamina-sebenarnya-ada-gak-sih-manfaat-sabu-c1WEMDTFv4.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KASUS penyalahgunaan narkoba kembali menjerat salah satu artis ibukota. Kali ini komedian Nunung yang ditangkap oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya di kediamannya karena kedapatan mengonsumsi sabu.

Dari penggeledahan di rumah Nunung, ditemukan 1 klip sabu seberat 0,36 gram, 2 klip bungkus bekas sabu, 3 buah sedotan plastik untuk penggunaan sabu, potongan pecahan pipet kaca, korek api gas, dan 4 buah telepon genggam.

Sudah lama diketahui jika narkoba jenis sabu yang digunakan oleh Nunung bisa sangat merusak kesehatan terutama otak. Penggunaan sabu dalam dosis tinggi telah terbukti bersifat neurotoksik. Tetapi sebenarnya, dalam dosis rendah sabu dapat memperbaiki dan melindungi otak dalam keadaan tertentu.

Melansir Pacific Standard, Sabtu (20/5/2019), berdasarkan sejarah sabu telah digunakan untuk mengatasi overdosis barbiturat dan meningkatkan tekanan darah selama operasi.

Image result for sabu shutterstock, okezone

Bahkan, beberapa penelitian pendahuluan menunjukkan sabu bisa menjadi pelindung saraf terhadap stroke dan cedera otak traumatis, bahkan merangsang pertumbuhan sel-sel otak. Manfaat itu pertama kali diungkapkan oleh para peneliti di Queen's Medical Center Neuroscience Institute, Hawaii pada tahun 2008.

Waktu itu, para peneliti menganalisis data selama lima tahun mengenai cedera kepala traumatis. Secara tak terduga, peneliti menemukan pasien yang dites positif metamfetamin secara signifikan lebih kecil kemungkinannya meninggal akibat cedera. Para peneliti kemudian mengatakan sabu dapat memiliki manfaat perlindungan saraf.

Untuk mempelajari lebih lanjut, pada tahun 2011, tim yang berbeda dari Universitas Montana menerapkan melakukan penelitian pada irisan otak tikus yang telah rusak. Kondisinya itu menyerupai otak para korban stroke.

Belajar dari kasus Nunung, ada kah manfaat sabu?

Kemudian, peneliti menginduksi stroke pada tikus hidup, menggunakan metode yang disebut emboli MCAO, dan menyuntikkan metamfetamin alias sabu. Pada dosis rendah, suntikan sabu tersebut memberikan hasil perilaku yang lebih baik dan bahkan mengurangi kematian sel otak, sedangkan pada dosis tinggi, suntikan sabu memperburuk hasil.

Salah seorang peneliti, David Poulsen mengatakan timnya berteori jika metamfetamin dapat memberikan perlindungan saraf melalui berbagai cara. Sebab, metamfetamin menstimulasi aliran neurotransmiter penting seperti dopamin, serotonin, dan norepinefrin. Peneliti menyimpulkan metamfetamin dapat bekerja dengan baik untuk mengatasi stroke dan cedera otak traumatis.

Tim peneliti juga menemukan dosis rendah sabu dapat melindungi neuron yang belum matang sehingga dapat mempromosikan kelahiran sel-sel otak baru yang penting untuk pembelajaran dan memori. Dengan begitu, dapat terjadi peningkatan yang sangat signifikan dalam kognisi dan perilaku.

Tapi, metamfetamin tidak bisa digunakan sebagai satu-satunya obat untuk mengatasi masalah di otak. Masih ada terapi stimulan untuk seperti uji coba dengan modafinil, obat narkolepsiamantadine, obat Parkinson, dan dextroamphetamine.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini