nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta tentang Hari Es Krim Sedunia, Kulik Sejarah dan Perayaannya!

Renny Sundayani, Jurnalis · Minggu 21 Juli 2019 22:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 21 298 2081745 fakta-tentang-hari-es-krim-sedunia-kulik-sejarah-dan-perayaannya-BsMj5Ail6h.jpg Hari Es Krim Sedunia (Foto: Pixabay)

Es Krim Awalnya Dari Salju

Perlu diketahui, Sejarah es krim pertama kali konon muncul pada zaman Romawi pada masa kepemimpinan Kaisar Nero tahun 64 Masehi. Diceritakan, bahwa pada masa itu, sang kaisar menginginkan makanan penutup yang dingin. Kemudian, dibuatkan kombinasi antara salju halus, nektar, sirop buah, dan madu.

Sementara di China es krim baru mulai dikenal sekitar tahun 700 M. Kemunculan es krim di Cina dimulai ketika Raja Tang dari kerajaan Shang mendapatkan hadiah berupa gumpalan salju pada saat selesai makan malam. Kemudian salju itu diproses dengan memberi campuran susu dan sari buah, dan dilumuri dengan madu. Makanan penutup yang dikenal dengan istilah xuebaite tersebut ternyata menjadi makanan kesukaan sang raja, yang akhirnya dipopulerkan di lingkungan kerajaan.

Semakin berkembangnya zaman, produksi pembuatan es krim saat itu meningkat pesat seiring dengan inovasi teknologi seperti teknologi pendingin mekanis, penemuan tenaga uap dan listrik. Teknik pengemasan makanan serta pengetahuan dalam proses pembekuan sampai saat ini pun semakin banyak diketahui masyarakat.

Mengkonsumsi es krim juga dapat merangsang proses terbentuknya hormon dan juga thrombotonin. Fungsi hormon ini adalah untuk menenangkan hati, mengurangi rasa stress serta memperbaiki suasana hati.

Es krim juga terbukti dapat membantu membuat seseorang mengubah mood yang negatif menjadi positif serta membuat mood yang sudah positif menjadi lebih bahagia dan merasa senang. Tampilan dengan rasa yang nikmat itu dapat membuat mood kita semakin baik.

Es krim merupakan salah satu kudapan yang tidak bisa ditolak oleh banyak orang karena selain menyegarkan, es krim juga memberi banyak manfaat bagi kesehatan asal tidak dikonsumsi secara berlebihan.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini