nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gejala Hepatitis C pada Anak-Anak Sulit Dideteksi, Ini Cara Mengenalinya

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 23 Juli 2019 09:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 22 481 2082217 gejala-hepatitis-c-pada-anak-anak-sulit-dideteksi-ini-cara-mengenalinya-383fCfcRVy.jpg Anak sakit hepatitis (Foto: Shutterstock Cover)

MENDENGAR kata penyakit hepatitis, mungkin bagi sebagian orang tidak sebegitu menakutkan ketika mendengar kata penyakit jantung ataupun kanker.

Padahal penyakit infeksi akut di hati satu ini, bisa menyerang mulai dari ibu hamil, bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Belum lagi sifatnya sebagai penyakit menular yang mematikan, sebab dari hepatitis bisa berkembang ke penyakit kanker hati.

Maka dari itu betapa pentingnya kita untuk memahami apa saja indikasi, alias gejala-gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini. Agar bisa terdeteksi dan diobati sedini mungkin, sebelum akhirnya terlambat.

Gejala-gejala yang ditimbulkan oleh penyakit satu ini, ternyata adalah keadaan yang suka dianggap sepele oleh sebagian orang. Sebut saja seperti tubuh meriang, demam, air urin yang menguning seperti warna air minuman teh, turunnya nafsu makan, nyeri di bagian abdomen, nyeri otot dan sendi, hingga mual dan muntah. Sepintas gejala tersebut memang seperti sakit biasa.

 Gejala Hepatitis

Menariknya, seperti dituturkan oleh Dr.dr Andri Sanityoso Sulaiman, Sp.PD KGEH, dari Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, tahukah Anda gejala penyakit satu ini, tepatnya hepatitis A, yaitu infeksi akut di hati yang disebabkan oleh hepatitis A virus (HAV), sebuah virus RNA yang disebarkan melalui rute fekal oral, implikasinya berbeda jika terjadi pada anak-anak dan orang dewasa?

“Hepatitis kena di anak-anak enggak ada gejalanya, nah kalau di orang dewasa baru ada gejala. Misalnya demam tak tinggi, mata kuning, dan tidak nafsu makan, ” ungkap dr Andri kala ditemui Okezone, Senin (22/7/2019) di Gedung Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dipaparkan lebih jelas, adanya perbedaan di antara penyintas hepatitis A anak-anak dengan penyintas hepatitis A yang sudah dewasa ini, sejatinya karena dipengaruhi oleh faktor sistem imunitas.

“Terkena pada orang dewasa, respon imunnya lebih tinggi daripada anak-anak. Reaksi yang terjadi lebih berat, maka dari itu gejalanya muncul, ya kerusakan hati lebih banyak. Sedangkan pada anak-anak, lebih seperti gejala kayak kena flu. Meriang, enggak nafsu makan, mual, muntah. Inilah kadang yang bikin orangtua itu enggak aware, dikiranya flu biasa,” pungkas dr Andri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini