nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apakah Selfie "Sunkiss" di Pagi Hari Berbahaya untuk Kulit Wajah? Begini Penjelasannya!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 22 Juli 2019 09:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 22 611 2081852 apakah-selfie-sunkiss-di-pagi-hari-berbahaya-untuk-kulit-wajah-begini-penjelasannya-cMJzUnk9nK.jpg Selfie Sunkiss (Foto: Womenshealth)

TREN foto di media sosial yang paling sering dilakukan saat matahari baru muncul adalah selfie "sunkiss". Tren ini membiarkan wajah Anda terpapar sinar matahari pagi secara langsung dan hasil fotonya memang mengagumkan. Beberapa bahkan menambahkan efek editing sehingga foto semakin menarik dilihat.

Tapi, tahukah Anda kalau selfie "sunkiss" ini ternyata menyimpan bahaya jika tidak disikapi dengan baik. Ya, terlebih ketika Anda tidak memproteksi wajah sebelumnya. Namun, jika Anda melindungi wajah sebelumnya, bahaya tersebut malah akan berganti menjadi manfaat yang baik untuk kulit.

Seperti dilansir dari Harper's Bazaar, Senin (22/7/2019), berjemur di bawah matahari pagi itu baik untuk kulit. Bahkan, beberapa penelitian telah menunjukan kalau penambahan vitamin D dari berjemur memiliki manfaat sebagai kekebalan tubuh, memperbaiki suasana hati, peningkat energi, dan membuat tulang menjadi lebih kuat.

Lantas, bagaimana meminimalisir risiko bahaya sinar matahari di saat Anda ingin menikmati matahari pagi?

Dikatakan di sana, National Health Service (NHS) atau layanan masyarakat di Inggris merekomendasikan setiap orang hanya bisa terpapar sinar matahari langsung sekitar 10 hingga 15 menit tanpa perlindungan apapun. Waktu tersebut dianggap cukup untuk tubuh mendapatkan vitamin D. Namun, mereka yang kulitnya lebih gelap, boleh menikmati matahari lebih lama dibandingkan yang kulitnya putih atau kuning langsat.

Lalu, apa manfaat yang bisa didapatan dengan tercukupinya vitamin D dalam tubuh?

Vitamin D diketahui membantu mengatur jumlah kalsium dan fosfat dalam tubuh. Dengan manfaat tersebut, kesehatan tulang, gigi, dan otot terjaga kualitasnya.

NHS bahkan menyarankan agar kita mengonsumsi suplemen vitamin D (minimal 10 mikrogram). Jika tidak suka mengonsumsi suplemen tambahan, Anda bisa dapatkan manfaat yang sama dengan mengonsumsi makanan alami seperti ikan berminyak, daging merah, hati, dan kuning telur.

Sementara itu, bagaimana dengan proteksi sunscreen ke kulit tubuh dan wajah? Apakah SPF 15 sudah cukup atau perlu level yang lebih tinggi?

Para ahli sepakat, mengenakan pelindung matahari itu bermanfaat. Lebih dari 100.000 kasus baru kanker kulit didiagnosis di Inggris setiap tahun dan paparan sinar matahari dianggap bertanggung jawab dalam sebagian besar kasus.

British Association of Dermatologists merekomendasikan penggunaan SPF minimal 30, dengan perlindungan UVA dan UBV. Mereka menyarankan untuk menerapkannya setidaknya seperempat jam sebelum paparan dan merekomendasikan untuk menambahkannya setiap 3 jam sekali. Pelembab yang mengandung SPF adalah penghemat waktu yang praktis.

So, buat Anda yang suka selfie "Sunkiss" boleh-boleh saja, asa tetap tidak berlebihan dan jika sinar matahari sudah terasa sangat panas, ada baiknya proteksi wajah dengan sunprotector dengan SPF 30. Jangan gara-gara demi konten Instagram, Anda malah kena kanker kulit, ya!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini