nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

HAN 2019, Siswi Sumba Timur Suarakan Hak Anak di Forum PBB

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Selasa 23 Juli 2019 21:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 23 196 2082702 han-2019-siswi-sumba-timur-suarakan-hak-anak-di-forum-pbb-D71VX4B2Na.jpg Oslin Anak Sumba Timur suarakan hak anak di forum PBB (Foto : KemenPPPA)

Hari Anak Nasional (HAN) saat ini tengah dirayakan oleh seluruh anak di Indonesia. Sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984, Hari Anak Nasional diperingati setiap tanggal 23 Juli.

Dalam rangka memperingati HAN 2019 dengan slogan Kita Anak Indonesia, Kita Gembira, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), memberikan penghargaan kepada anak-anak yang berprestasi, termasuk kepada Roslinda, siswa kelas 3 SMP dari Sumba Timur yang menjadi delegasi anak dari Indonesia di ajang Internasional.

KemenPPPA memberikan apresiasi kepada Roslinda berupa piagam sebagai bentuk penghargaan atas prestasinya yang telah memperjuangkan hak sipil anak dan akta kelahiran di wilayahnya.

anak sumba timur

Roslinda, perempuan berusia 14 tahun yang kerap dipanggil Oslin ini telah menjadi wakil dari Indonesia untuk berbicara di rangkaian kegiatan terkait High Level Political Forum (HLPF) di New York pada 9-18 Juli 2019 yang lalu. Dia merupakan satu-satunya anak Indonesia yang hadir dalam kegiatan yang dihadiri oleh 47 negara itu.

Hal ini berkat pencapaian positif Oslin dan teman-temannya dalam forum anak Kombapari. Mereka berhasil mengadvokasi pemerintah daerah di Sumba Timur hingga kini kepemilikan akta kelahiran di wilayahnya itu meningkat menjadi 100%. Selain itu, telah diterbitkan juga peraturan desa perlindungan anak untuk mencegah pernikahan dini serta kewajiban kepemilikan akta lahir.

oslin di forum pbb

Di sisi lain, keterlibatan aktif Forum Anak di musrembangdes (musyarawarah rencana pembangunan desa) yang diketuai oleh Oslin sendiri, berkontribusi positif. Hal ini terlihat dengan adanya alokasi dana desa sebesar Rp 60 juta untuk kampanye penghapusan kekerasan terhadap anak. Bahkan desa Kombapari pun saat ini berkomitmen untuk menjadi Desa Layak Anak.

Ketika Oslin menjadi wakil Indonesia yang berbicara di rangkaian acara HLPF 2019, Oslin berbicara mengenai target pembangunan 16.2, khususnya tentang penghapusan kekerasan terhadap anak.

“Untuk seluruh anak di dunia, saya dorong agar kita semua berani menyuarakan pendapat kita. Jangan takut! Saya mau melihat dunia ini bebas dari kekerasan terhadap anak,” tegas Roslinda dalam pidatonya yang disambut riuh tepukan tangan.

anak sumba timur jadi pembicara

Pada sesi audiensi dengan Utusan Khusus Sekjen PBB Urusan Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak, Najat Maala M’Jid, Oslin menyampaikan berbagai masalah kekerasan terhadap anak, termasuk penelantaran anak dan perkawinan anak di Indonesia, secara khusus dari daerah asalnya Sumba Timur.

Dengan tegas Oslin menyampaikan harapannya agar United Nations (Perserikatan Bangsa Bangsa) mampu berfokus pada mekanisme perlindungan anak, agar pola pelaporan kasus kekerasan bisa diakses hingga desa dan mendorong negara-negara lain untuk melakukan aksi nyata, bukan sekedar rencana atau program.

anak sumba timur jadi pembicara di pbb

Walaupun HLPF 2019 telah berakhir dan penghargaan dari KemenPPPA telah dia terima, upaya advokasi untuk perlindungan anak tidak berhenti begitu saja. Dalam Hari Anak Nasional ini, Oslin menyatakan komitmennya untuk terus melakukan kegiatan advokasi demi mendorong perlindungan anak di wilayahnya.

Dia akan melakukan kolaborasi dengan berbagai sekolah dan juga berbagai pihak yang terkait. Dengan didampingi oleh Wahana Visi Indonesia (WVI), yayasan sosial kemanusiaan yang bekerja untuk membuat perubahan yang berkesinambungan pada kehidupan anak, keluarga serta masyarakat yang hidup dalam kemiskinan, Oslin siap membagikan pengalamannya kepada teman-teman sebayanya menggunakan alat peraga kampanye yang kreatif dan edukatif untuk mendorong mereka agar mau terlibat dalam upaya kampanye penghapusan kekerasan terhadap anak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini