nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warung Selasa, Restoran Mungil asal Indonesia di Tengah Hiruk Pikuk Kota New York

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 23 Juli 2019 11:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 23 298 2082387 warung-selasa-restoran-mungil-asal-indonesia-di-tengah-hiruk-pikuk-kota-new-york-HVN15VXuvE.jpg Bakso jadi salah satu hidangan yang dijual di Warung Selasa (Foto: NYTimes)

Menjadi perantau di negeri orang kerap membuat Dewi Tjahjadi rindu dengan kampung halamannya, Indonesia. Saat ini ia diketahui tengah menjadi diaspora Indonesia di Kota New York, Amerika Serikat.

Untuk menambah pemasukan, ia membuka sebuah toko yang menjajakan bahan-bahan makanan khas Nusantara. Ide awalnya tidak terlepas dari kerinduan Dewi bercengkerama dengan orang-orang Indonesia.

 Warung

Dewi berpikir, jika membuka toko khusus Indonesia, maka akan banyak orang Indonesia yang mengunjungi toko tersebut. Ia pun bisa berbincang dengan mereka.

"Selain itu, saya juga kesulitan mencari toko yang menjual bahan makanan Indonesia. Jadi 10 tahun lalu, saya putuskan untuk membuka Indo Java. Karena saya pikir pasti orang-orang akan mulai berdatangan," tuturnya sebagaimana dikutip Okezone dari kanal YouTube Great Big Story, Selasa (23/7/2019).

 Warung

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Harapan Dewi benar-benar terwujud. Tak lama setelah Indo Java didirikan, banyak pelanggan asal Indonesia yang menyambangi tokonya.

 Warung

Melihat antusias mereka yang begitu besar, Dewi kembali mencari ide baru untuk membuat tokonya menjadi lebih menarik perhatian. Ia pun akhirnya memutuskan untuk menyulap toko menjadi sebuah restoran mungil dengan suguhan makanan khas Nusantara.

 Warung

Restoran mungil itu ia sebut dengan istilah "Warung Selasa". Nama tersebut diambil karena Dewi hanya membuka restoran pada hari Selasa saja.

Bicara soal menu yang ditawarkan, setiap minggu Dewi selalu menyuguhkan hidangan berbeda. Mulai dari olahan gudeg, mi bakso, rendang ayam, dan masih banyak lagi.

 Warung

Seluruh makanan khas Indonesia dimasak di sebuah dapur kecil yang ia beri nama 'love kitchen'. Ini karena dapur yang ada di toko miliknya hanya mampu menampung dua orang dalam satu waktu.

Tidak hanya itu, restoran ini juga hanya menyediakan 1 meja makan saja. Alhasil, para pengunjung yang ingin mencicipi masakan Dewi harus rela mengantre.

 Warung

Uniknya, seluruh masakan di Warung Selasa merupakan hasil kreasi Dewi sendiri. Ia mengaku mempelajari teknik memasak dari sang ibunda tercinta. Nah, berbeda dengan restoran kebanyakan, Dewi justru lebih senang mengantarkan langsung hasil masakannya kepada para pengunjung.

"Chef profesional itu lebih sering 'bersembunyi' di dapur. Kalau saya lebih suka berbicara dengan kostumer sehingga kami bisa bertukar cerita. Mereka selalu mengatakan, 'minggu depan saya harus datang lagi'," tukas Dewi dengan senyuman yang merekah di wajahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini