nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menkes Nila Minta Benahi Pelayanan Rumah Sakit di Era Digital

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 24 Juli 2019 07:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 23 481 2082761 menkes-nila-minta-benahi-pelayanan-rumah-sakit-di-era-digital-bybqjpWrKR.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Rumah sakit di Indonesia harus terus berbenah dari segi pelayanannya. Apalagi Kementerian Kesehatan baru saja membuat regulasi terkait tipe kelas rumah sakit yang diperketat.

Beberapa hari belakangan, banyak tipe rumah sakit yang mendadak turun kelas. Misalnya rumah sakit tipe C turun menjadi tipe D, karena bentuk pelayanan serta sumber daya manusia (SDM) tidak tersedia.

Padahal rumah sakit yang baik harus memiliki tenaga SDM yang berkualitas. Baik dari perawat, dokter, sampai dokter spesialis yang melayani pasien setiap hari.

 Rumah sakit

Terlebih dalam era revolusi 4.0, setiap rumah sakit harus membenahi sistem pelayanan dengan IT. Rumah sakit harus mampu beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi di era ini.

Karenanya, Menteri Kesehatan RI Prof Dr dr Nila Faried Moeloek, SpM(K) meminta agar setiap rumah sakit menyiapkan SDM berkualitas. Pasien harus puas dapat pelayanan, walau hanya berobat di rumah sakit kecil.

"Saya baru dorong ke perawat dulu. Misalnya contoh, perawat ahli ICU (Intensive Care Unit). Perlu tidak kita? Perlu banget. Kalau misalnya cuma perawat baru lulus enggak ngerti gimana kasih oksigen, tidak bisa dong," ucap Menkes Nila di sela Seminar Nasional Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia, di Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 23 Juli 2019.

Setiap SDM di rumah sakit, sambung Menkes Nila, harus sudah melakukan sertifikasi yang baik. Sertifikat lulus uji kompetensi dokter maupun perawat harus sudah di tangan sebelum praktik.

 Perempuan

Senada, Ketua Umum Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia, drg Susi Setiawaty, MARS, menambahkan, rumah sakit perlu melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan terhadap pasien. Karena saat ini hal seperti itulah yang dibutuhkan pasien saat berobat.

"Perubahan sudah terjadi, jadi kita harus beradaptasi dan bagaimana rumah sakit itu menyiapkan diri supaya tidak tergerus," tutur drg Susi.

Terlebih, tahun 2019 merupakan momen dimulainya penerapan Universal Health Coverage. Seluruh rakyat Indonesia berhak mendapatkan perlindungan kesehatan dan wajib ikut program JKN-KIS. Keadaan inilah yang mendorong pemilik dan manajemen rumah sakit, khususnya swasta agar dapat dikelola dengan baik.

"Selain itu, rumah sakit juga harus memperhatikan efisiensi dan efektivitas layanan yang mengedepankan mutu layanan yang aman bagi pasien. Bila tidak, maka rumah sakit juga akan terdisruptif dengan perubahan sistem layanan kesehatan di Indonesia," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini