nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berisiko Kena Miopi, Ini Cara Batasi Waktu Anak Bertatapan dengan Gadget

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Rabu 24 Juli 2019 07:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 23 481 2082769 berisiko-kena-miopi-ini-cara-batasi-waktu-anak-bertatapan-dengan-gadget-n6ZYRFyhsM.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Gadget berupa smartphone saat ini sudah menjadi gaya hidup setiap orang. Kadang smartphone-lah yang kerap digunakan ibu-ibu masa kini sebagai medium mengibur anak.

Misalnya jika anaknya yang masih balita menangis, sang ibu justru memberikan tontonan melalui gadget untuk menghibur si anak. Hal itu tidak sepenuhnya baik, justru hal tersebut akan mendorong anak menjadi kecanduan gadget.

Penggunakan perangkat digital sebenarnya berdampak besar pada anak-anak. Menatap layar ponsel, tablet, dan bahkan televisi selama berjam-jam dapat berdampak negatif pada mata mata anak Anda. Jika tidak diobati pada akhirnya akan membuat mereka berisiko terkena miopia atau rabun jauh.

 Anak

Dalam percakapan eksklusif yang dilansir dari Boldsky dengan Dr. Vidhya, Konsultan Oftalmologi Anak dan Departemen Starbismus Sankara Eye Hospital, ia membagikan tips bagaimana orangtua harus ikut campur untuk mengurangi waktu anak bertatapan dengan layar. Untuk itu, menurut Dr. Vidhya pertama-tama perlu memahami tentang kondisi medis ini.

Miopia merupakan kondisi penglihatan yang sudah tidak lagi sempurnya. Pada kondisi ini seseorang dapat melihat benda-benda dekat dengan jelas, tetapi benda-benda yang lebih jauh tampak kabur. Gejalanya, penglihatan kabur ketika melihat benda yang jauh, biasanya seseorang yang memiliki gejala ini selalu menyipitkan matanya dan sakit kepala yang disebabkan oleh ketegangan mata.

"Penyebab miopia pada anak-anak adalah kesenjangan generasi yang merupakan salah satu faktor utama munculnya miopia pada anak-anak. Sebelumnya, penggunaan gadget lebih rendah dibandingkan dengan generasi saat ini," ujar Dr. Vidhya.

 Miopia

Lebih lanjut, Dr. Vidhya menjelaskan, perubahan gaya hidup juga menjadi faktor timbulnya masalah ini. Misalnya orangtua lebih nyaman ketika anaknya berdiam diri di rumah dan tidak bermain di luar. Maka dari itu orangtua menyiasati dengan memberikan sang anak gadget supaya betah di rumah.

Selain itu orangtua juga lebih mudah mengontrolnya. Sebenarnya hal ini justru menyebabkan perubahan perilaku, karakter sosial dan anak-anak menjadi tertutup.

"Setidaknya 70% anak-anak memiliki risiko terkena miopia. Karena anak-anak pra sekolah menghabiskan sebagian besar waktu mereka pada gadget. Di sini terdapat kesalahpahaman di antara orangtua bahwa televisi lebih berbahaya daripada gadget, tetapi sebenarnya gadget dengan penglihatan dekat justru lebih berbahaya," Sambungnya

Seorang guru di sekolah St. Agnes di Kharagpur, India mempunyai anak yang mengalami kencanduan gadget. Saat ini anaknya baru berusia 6 tahun, namun candunya dengan televisi dan gadget sangat tinggi.

"Putra saya yang berusia 6 tahun sangat kecanduan televisi dan smartphone. Itu merupakan keprihatinan besar bagi kami sebagai orangtua. Meskipun kami memfilter konten untuknya, kami harus menyeretnya menjauh dari perangkat sehingga dia tidak merusak matanya," ujar Swagata Patra Kar.

Salah satu cara untuk mengatasi hal ini sebenarnya dengan memberikan waktu kepada anak. Mengabiskan waktu berkualitas dengan anak-anak kita dan mendesak mereka untuk bermain permainan luar ruangan. Menurut Swagata, Jika benar-benar mencintai dan peduli pada buah hati, maka pilihlah yang terbaik untuk kesehatan mereka.

Selain itu, Dr. Vidhya juga menyarankan agar mengonsumsi makanan sehat, seperti sayur dan buah-buahan. Tonton televisi dari jarak jauh setidaknya selama 11/2 jam, terutama untuk anak-anak. Juga berhenti menggunakan Gadget untuk jangka waktu yang lebih lama. Jangan lupa pula untuk menggunakan waktu di luar rumah, hal itu dapat mengurangi risiko miopia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini