nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Curhatan Ana, Anak Milenial yang Jalani Hubungan Teman Rasa Pacar

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 24 Juli 2019 12:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 24 196 2082909 curhatan-ana-anak-milenial-yang-jalani-hubungan-teman-rasa-pacar-8AKbQ9UBkB.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BANYAK dari kita beranggapan kalau yang namanya perempuan dan laki-laki itu tidak akan pernah bisa menjadi teman dekat. Sebab, pasti akan ada perasan baper di sana.

Tapi, apa yang dialami Ana tidak demikian. Dia mengaku pada Okezone kalau dirinya bisa menjalin pertemanan sangat baik dengan seorang pria, bahkan rasanya seperti pacaran.

So, seperti apa kisah Ana mengalami hubungan 'Teman Rasa Pacar'? Apa saja rintangan yang dia alami dan bagaimana kondisinya sekarang?

Ana menceritakan pada Okezone semua dengan cukup gamblang. Dia bahkan menjelaskan kalau yang namanya perasaan suka itu sempat ada tapi kemudian hilang sejalan dengan komitmen di awal; hanya sebatas teman.

Apa saja rintangan yang dia alami dan bagaimana kondisinya sekarang?

Mahasiswi di salah satu perguruan negeri Bogor itu menjelaskan kalau dirinya mulai dekat dengan sosok pria ini dari masa sekolah menengah pertama (SMP). Mereka teman sekelas dan menjadi semakin dekat karena kemudian jadi teman nongkrong juga di luar jam sekolah.

Kedekatan mereka semakin terasa ketika keduanya terpisah sekolah menengah atas (SMA). Karena jarak yang tak lagi dekat-tidak satu sekolah- membuat Ana dan teman prianya malah sering komunikasi.

Bahkan, Ana menegaskan kalau sosok cowok itu adalah teman curhatnya. Ya, bisa dibilang teman satu kelas yang berganti label jadi teman curhat. Kedekatan mereka tak lagi berjarak. Semua diceritakan Ana ke si cowok, pun sebaliknya. "Masalah keluarga juga aku ceritain. Ya, aku pun kenal keluarga si cowok, si cowok juga begitu. Kita benar-benar dekat, dia selalu ada buat aku," kata Ana pada Okezone.

Perasaan semakin dalam ketika memang tidak ada lagi hal yang dirahasiakan di antara mereka berdua. Ana menjelaskan kalau dia seterbuka itu dengan teman cowoknya itu. Kalau dibilang pacaran, ya, seperti pacaran. Tapi, menurut Ana, dia tidak mengambil sikap berkomitmen untuk pacaran dengan teman prianya itu.

Salah satu hal yang dikhawatirkan masyarakat dari pertemanan cowok dan cewek yang terlalu dekat adalah baper. Dan hal itu sempat dirasakan Ana. Namun, dia bisa mengatasinya dan sampai sekarang tidak pernah ada perasaan lebih ke cowok tersebut, selain teman dekat.

Jadi, dia dan teman cowoknya kemana-mana berdua, kalau Ana lagi butuh teman di sampingnya si cowok bakal selalu ada, atau saat Ana menceritakan cowok kenalannya, teman cowoknya itu akan memberi saran.

Sikap seperti itu sebetulnya definisi pacaran, tapi Ana tak ingin mengatkannya dan bersikap seperti itu. "Kalau pacaran, aku takut nanti kalau muncul masalah, kita jadi jauh dan nggak bisa temenan lagi. Makanya, enakan gini," terang Ana kemudian tertawa kecil.

Ana sempat menjelaskan kalau dirinya kadang menjelaskan siapa cowok yang lagi dekat dengannya, pun sebaliknya

Ana sempat menjelaskan kalau dirinya kadang menjelaskan siapa cowok yang lagi dekat dengannya, pun sebaliknya. Lalu, Okezone coba menanyakan kepastian; Apakah Anda tidak cemburu?

Ana dengan santai menjawab kalau tidak ada rasa cemburu itu. Ya, sebisa mungkin dia bersikap biasa dan memposisikan dirinya sebagia teman. Kalau mau mkasih saran, ya, saran tulus dari hati bukan karena ada perasaan di sana.

"Aku juga nggak cemburu kalau temen cowok aku ceritain cewek incerannya. Malah, kita saling ngasih saran dan terbuka juga buat menjelaskan siapa orang lagi deket sama kita," katanya.

Menurut Ana, ada lima keuntungan menjalani pertemanan rasa pacaran. Hal pertama ialah saat butuh teman curhat, teman Anda akan selalu ada buat Anda. Bahkan, dia bakal bela-belain mengorbankan sesuatu untuk bisa ada buat Anda.

Kemudian, tidak adanya ikatan di antara keduanya membuat hubungan ini jadi lebih terbuka dan fun. Jadi, ya, Ana masih bisa mencari pacar di luar sana, pun teman cowoknya itu. "Tidak ada yang mengikat di anatar kita jadinya," sambungnya.

Lalu, menjalin pertemanan rasa pacar juga diakui Ana lebih bebas. Dia bisa menjadi dirinya sendiri. Hal itu juga yang membuat dirinya tidak jaim di depan teman prianya. Sebab, ya, Ana mikirnya kalau dia dan temannya itu hanya teman, tidak lebih.

Sebab, ya, Ana mikirnya kalau dia dan temannya itu hanya teman, tidak lebih.

Ya, Ana menjelaskan kalau kondisinya sekarang dengan teman rasa pacar-nya itu sudah tak lagi begitu akrab. Ada orang lain di antara mereka dan itu adalah pasangan masing-masing.

"Aku sudah punya pacar dan dia juga sudah punya pacar. Pasangan kita masing-masing pun nggak suka kalau kita terlalu deket. Jadi, yasudah hubungan aku dan teman rasa pacarku tak sehangat dulu," papar Ana.

Bahkan, pernah suatu momen di mana Ana dilabrak pacar teman cowoknya. Tidak secara langsung memang, tapi chat yang diberikan pacar temannya itu cukup tegas dan tidak ada kalimat bercanda. Ya, bisa dibilang Ana dilabrak pacar teman cowoknya.

"Aku diginiin, kalau temenan doang, enggak mungkin sampai segitunya. Kemana-mana berdua, apa-apa selalu bareng. Dari situ aku coba ngejauh. Aku juga mesti ngertiin kondisi temen cowok aku. Yaudah, sekarang kita gini-gini saja, nggak begitu banyak ketemu atau ngobrol," ceritanya.

Namun Ana cerita kalau dirinya masih suka sesekali 'nyolong' momen buat ketemu atau curhat bareng. Itu karena teman cowoknya sering ngajak curhat duluan membahas pacarnya.

dirinya memang akan selalu ada buat teman cowoknya itu dan perasaan itu sulit buat dihilangkan

Ana pun tak bisa menolaknya karena dia merasa, dirinya memang akan selalu ada buat teman cowoknya itu dan perasaan itu sulit buat dihilangkan. Namanya juga teman dekat dan 'rasa pacar'.

"Sekarang kita hidup masing-masing memang, aku sama pacar aku, dia sama pacarnya. Tapi, kalau memang pengin cerita atau ketemu, kalau memang memungkinkan, ya, kita ketemu. Tapi, yang jelas sudah tak bisa sebebas dulu lagi," pungkas Ana.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini