Begini Dampak Rumah Sakit Turun Kelas bagi Pasien JKN-KIS

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 25 Juli 2019 16:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 25 481 2083505 begini-dampak-rumah-sakit-turun-kelas-bagi-pasien-jkn-kis-98SbW7EK1X.jpg Dampak rumah sakit turun kelas bagi pasien JKN-KIS (Foto : Shutterstock)

Pemerintah mengumumkan sebanyak 615 rumah sakit (RS) terpaksa turun kelas karena tidak sesuai dengan syarat akreditasi. Akibatnya, tak sedikit dampak yang dialami, baik pada rumah sakit ataupun pasien JKN-KIS.

Berdasarkan keputusan menteri kesehatan nomor HK.01.07/Menkes/373/2019 tentang pedoman reviu kelas rumah sakit dan surat BPJS Kesehatan nomor 064/III.2/2019 tanggal 3 Januari 2019 tentang Reviu Kesesuaian RS Umum berdasarkan Permenkes 56 tahun 2014. Dengan itu, penurunan kelas rumah sakit dilakukan karena ingin memperbaiki sistem pelayanan kesehatan.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr Bambang Wibowo, SpOG(K), MARS mengungkapkan, adanya reviu tersebut disebabkan karena rumah sakit tidak memiliki sumber daya manusia yang memadai, kurangnya sarana dan prasarana, serta tidak tersedianya alat kesehatan yang lengkap. Rumah sakit pun akan menghadapi banyak konsekuensi terkait regulasi ini.

pasangan di rumah sakit

"Konsekuensi yang dialami sebuah rumah sakit yang turun kelas, tentu dari sisi pembayaran BPJS Kesehatan. Selama ini BPJS Kesehatan membayar tagihan ke rumah sakit didasarkan kelasnya, sesuai dengan kompetensi. Kalau turun ya tarif akan berubah, karena INACBGs berbeda," ucap Bambang saat ditemui di Kantor Kemenkes RI, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (25/7/2019).

Bambang menyebutkan, beda tarif antar kelas yang selama ini diatur sekira 15 persen. Dalam Permenkes 52 tahun 2016 tentang tarif INACBGs, semuanya diatur.

Bukan hanya berdampak di rumah sakit, sambung Bambang, pemerintah daerah, Kemenkes RI, BPJS Kesehatan, serta pasien pun akan menerima dampak dari penurunan kelas rumah sakit ini. Menurutnya, dampaknya terbilang baik karena tidak ada pihak yang dirugikan.

"Efeknya ini juga bisa untuk pemda, pasien, BPJS Kesehatan serta Kemenkes RI. Di kami akhirnya punya data yang bagus dan tepat. Lalu, masyarakat juga menerima pelayanan baik sesuai kelas dan kompetensi. BPJS juga tidak dirugikan, karena membayar sesuai dengan kelas. Begitu juga dengan rumah sakitnya," terang Bambang.

alat rumah sakit

Karena selama ini, ungkap Bambang, banyak rumah sakit yang tidak patuh untuk memperbarui data. Ketika datanya menjadi bagus, tentu rumah sakit akan tertata rapi, apalagi pelayanannya.

"Saat ini kepatuhan rumah sakit untuk update data kurang. Adanya reviu ini, rumah sakit jadi tertib," bebernya.

Di samping itu, Bambang meyakinkan walau rumah sakit mengalami turun kelas, harusnya tetap melayani pasien seperti biasanya. Terlebih pada pasien JKN-KIS yang harusnya tidak didiskriminasi.

"Pelayanan rumah tetap berjalan, tidak ada pengaruh," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini