nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menari di Art Jog, Alya Nurshabrina Pukau Pengunjung Jogja Nasional Museum

Kuntadi, Jurnalis · Jum'at 26 Juli 2019 19:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 26 194 2084132 menari-di-art-jog-alya-nurshabrina-pukau-pengunjung-jogja-nasional-museum-LsqYo6tZSK.jpg Penampilan Alya Nurshabrina di Art Jog pukau pengunjung (Foto : Kuntaidi/Okezone)

Miss Indonesia 2018, Alya Nurshabrina tampil dalam rangkaian pembukaan Art Jog yang digelar di Jogja Nasional Museum (JNM), di Wirobrajan, Yogyakarta. Berkolaborasi dengan Nimas Puspaningrat dan Muslimin, Alya tampil memukau penonton.

Dalam tarian ini, Alya Nurshabrina bersama Nimas dan Imin, harus naik dan turun tangga dari lantai satu sampai lantai tiga museum. Mengenakan pakaian serba putih, tiga seniman ini membawakan tarian bertemakan “Asam” yang menceritakan tentang perjalanan hidup manusia.

Asam berati Aluamah, Supiyah, Amarah dan Mutmainah yang menjadin sifat dasar manusia dalam hidup. Dari empat dasar inilah dituangkan dalam tarian yang mengundang decak kagum penonton.

Alya menari

Dalam perjalanan tarian inipun menceritakan bagaimana memperluas pengetahuan dan lingkungan untuk bisa menyeimbangkan keempat sifat dasar tersebut. Jika sukses mengelola sifat dasar inilah, manusia akan sukses dan tidak akan terombang-ambing yang bisa membuat jatuh dan binasa.

“Saya senang sekali dan bahagia bisa tampil di sini,” ungkap Alya Nurshabrina usai melakukan performance.

Menurutnya menari merupakan dunia baru. Selama ini Alya lebih banyak menyalurkan hobi melukis dan menjadi model. “Saya benar-benar suka dan bisa belajar seni,” sambung dara yang tengah menjalani kuliah di Swiss German University ini.

Tarian kontemporer ini pun menjadi pengalaman pertama. Bagaimana Alya harus berkolaborasi dengan dua seniman tari yang cukup kondang. Dari mereka pulalah, Alya mendapatkan banyak hal dalam belajar menari.

Agar bisa tampil maksimal, Alya harus rela bolak-balik Yogyakarta-Jakarta bertemu dengan Imin dan Nimas. Bahkan dalam performance kali ini menjadi kolaborasi ketiganya. Konsep koreografi oleh Imin dan keseluruhan konsep dari Nimas. Alya lebih banyak berperan dalam lukisan dalam kain dan puisi. “Ini kombinasi seimbang dari kami bertiga. Lukisan dan puisi dari saya,” tuturnya.

Alya Nurshabrina cantik

Dalam kain yang dibentangkan dan dipakai untuk membungkus tubuhnya, ada beberapa lukisan spiral dengan berbagai warna yang melambangkan sifat kehidupan tadi. Spiral ini menjadi representasi perjalanan hidup dari kecil hingga besar.

Bagi Muslimin yang merupakan dancer and koreografer, Alya sangat serius dan fokus dalam berlatih. Bahkan, Muslimin merasa kewalahan mengimbangi latihan Alya.

“Semangatnya bagus dan belajarnya juga cepat,” terang Muslimin yang akrab disapa Imin. Semangat dan keseriusan dari Alya inilah yang menjadikan peformance ini lebih cepat berkembang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini