nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Milenial Percayakan Personal Shopper untuk Belanja Daging, Tertarik?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 26 Juli 2019 11:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 26 298 2083773 milenial-percayakan-personal-shopper-untuk-belanja-daging-tertarik-k62sMWZwVS.jpeg Ilustrasi daging sapi Australia (Foto: Sukardi/Okezone)

Mendengar kata 'personal shopper' mungkin akan mengarahkan Anda pada belanja pakaian, sepatu, atau produk fashion lainnya. Image pekerjaan ini memang lekat dengan dunia "kecantikan". Tapi, siapa sangka ada juga personal shopper yang belanja sayuran dan daging.

Bahkan, personal shopper ini bakal memberikan Anda informasi lebih banyak dari apa yang Anda ingin ketahui. Tidak hanya sebatas berapa gram daging yang tersedia, tapi bagaimana kualitasnya, dari mana datangnya, hingga informasi detail lainnya yang kurang familiar di "dapur" Anda.

Tren ini terus berkembang dan siapa sangka milenial Indonesia sudah mulai menyukai hal ini. Seperti yang dijelaskan Managing Director HappyFresh Indonesia Filippo Candrini. Di Indonesia, khususnya di kota besar seperti Jakarta, Bandung, atau Surabaya, keluarga milenial itu sudah mulai melirin tren ini.

 Daging

Ya, menurut data yang dia miliki, di kalangan milenial yang masih jomblo, kebiasaan belanja ke groseries itu masih minim. Berbeda dengan keluarga milenial. Kelompok ini lebih mendominasi dan kaum perempuan menjadi target utama belanja sayur dan daging secara online.

"Ya, kalau yang masih single kan nggak begitu mau direpotkan dengan hal membeli sayur atau daging. Sementara itu, keluarga muda sudah mesti memikirkan hal tersebut dan itu kenapa di HappyFresh, keluarga milenial jadi salah satu kelompok yang mendominasi," papar Filippo pada Okezone saat ditemui di acara Beef Talk by Meat and Livestock Australia (MLA) di Grand Hyatt Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Terkait dengan personal shopper dan belanja online, Filippo menjelaskan kalau milenial juga banyak yang sudah memercayakan pembelian barang incaran pada si personal shopper. Baginya, sekalipun konsumen tak memegang langsung sayur, buah, atau daging yang ingin dibeli, konsumen mendapat data lengkap dari personal shopper.

 Daging

Misalnya saja pada daging ayam, konsumen mendapatkan informasi sampai mau dipotong jadi berapa, mau berapa gram, atau misalnya hanya butuh bagian tertentu. Begitu juga pada daging sapi, konsumen akan diinfokam terkait daging bagian apa yang tersedia, kualitasnya bagaimana, sampai saran cocoknya dibuat apa bagian yang ingin dibeli si konsumen.

"Jadi, kepercayaan yang dibangun para personal shopper HappyFresh itu melalui begitu perhatiannya kami pada konsumen dan milenial sekarang pun semakin pengin tahu banyak mengenai barang yang dia beli itu," tambahnya.

Keterbukaan informasi membuat konsumen percaya

Di sisi lain, Chief Representative Indonesia - International Markets Meat and Livestock Australia (MLA) Valeska, BSc, BVMS, menjelaskan kalau sekarang ini konsumen daging di Indonesia semakin "kepo". Mereka tidak hanya ingin tahu 'ini daging apa?' atau 'Ini berapa gram, ya, kira-kira?' Tapi sampai ke bagaimana daging ini didapatkan dan kualitasnya secara detail.

Makanya, sambung dia, di Australia sendiri sekarang ini memberikan semacam fun fact terhadap daging yang mau dibeli konsumen. Hal itu disediakan guna mengakomodir keinginan konsumen.

"Semakin banyak informasi yang konsumen dapatkan, mereka akan semakin percaya dengan produsen daging sapinya. Sebab, konsumen beraggapan, si produsen tidak menutupi apa-apa darinya, termasuk apa makanan yang diberikan pada daging sapi yang akan dibeli," ucap Valeska di acara yang sama.

 Daging sapi

Bahkan, salah satu produsen penyedia daging sapi Australia sampai menyediakan barcode untuk konsumen yang pengin tahu lebih banyak informasi dari daging sapi tersebut. Jadi, si produsen coba memaksimalkan teknologi yang ada dan sepertinya milenial sudah sangat dekat dengan hal itu.

Terkait dengan kehalalan daging Australia yang sangat tersohor itu, Valeska bisa menjelaskan kalau pihaknya sangat yakin ada informasi mengenai label "halal" tersebut di kemasan daging. Jadi, konsumen dapat mempelajari juga sedetail itu Australia menjamin kehalanan yang tentu terintegrasi dengan lembaga Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Kehalalan daging sapi Australia sudah tak bisa diragukan lagi dan kami memastikan masyarakat Indonesia yang mengonsumsi daging Australia tak usah khawatir dengan hal penting itu," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini