nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Atezolizumab, Obat Imunoterapi Baru yang Tingkatkan Harapan Hidup Pasien Kanker Paru-Paru

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 26 Juli 2019 08:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 26 481 2083728 atezolizumab-obat-imunoterapi-baru-yang-tingkatkan-harapan-hidup-pasien-kanker-paru-paru-DNqeK1n2RD.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Ilmu perkembangan terkait pengobatan kanker terus berkembang. Terlebih kanker merupakan penyebab kematian nomor 2 di dunia. Terapi pengobatan kanker terbaru yang sekarang cukup sering menjadi perbincangan adalah imunoterapi.

Terapi pengobatan imunoterapi mengandalkan sistem kekebalan tubuh pasien untuk melawan sel-sel kanker yang berkembang. Namun terapi pengobatan ini diberikan kepada pasien kanker yang sudah memasuki stadium lanjut. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan meningkatkan survival rate.

Di Indonesia, terapi pengobatan imunoterapi sudah mulai diperkenalkan beberapa tahun terakhir. Adapun jenis obat yang digunakan adalah pembrolizumab yang ditujukan untuk pasien kanker paru karsinoma bukan sel kecil (KPKBSK) dengan stadium lanjut PD-L1 positif. Obat tersebut diklaim dapat memperpanjanng usia pasien kanker paru-paru stadium lanjut hingga 8-12 bulan.

 Ilustrasi

Namun baru-baru ini telah ditemukan obat baru yang bisa membuat pasien kanker paru-paru bertahan lebih lama. Obat tersebut adalah atezolizumab yang menurut penelitian dapat bekerja dengan baik selama kurang lebih 2 tahun. Selain itu, penelitian juga menunjukkan obat ini dapat meningkatkan kualitas dan harapan hidup pasien.

“Atezolizumab adalah pilihan terapi baru untuk membantu pasien hidup lebih lama dibandingkan kemoterapi. Untuk memperoleh terapi atezolizumab, pasien tidak perlu melakukan tes tambahan dan biopsi ulang sehingga memberikan kenyamanan lebih,” ungkap dokter spesialis penyakit dalam , DR. dr. Ikhwan Rinaldi, SpPD-KHOM, M.Epid, FINASIM, FACP saat ditemui Okezone dalam jumpa pers yang diadakan oleh Roche Indonesia, Kamis, 25 Juli 2019 di Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, dr Ikhwan mengungkapkan beberapa kelebihan atezolizumab dibandingkan dengan obat imunoterapi yang ada sebelumnya. Selain karena dapat meningkatkan angka harapan hidup pasien, obat ini dapat diberikan tanpa harus melakukan tes anti PD-L1 sehingga tidak diperlukan biopsi ulang.

“Ini adalah obat anti PD-L1 satu-satunya, secara efek samping juga lebih bagus karena efek samping pada auto imunnya lebih minimal dibanding dengan obat anti PD-1. Obat anti PD-L1 ini bekerja untuk menghambat sel kanker sehingga sel kanker tersebut tidak bisa menetralkan imun dan membuat sel imun bisa diaktivasi,” jelas dr Ikhwan.

Dirinya menambahkan, obat ini biasanya diberikan kepada pasien kanker paru-paru yang pernah di kemoterapi tapi tidak memberikan respon. Terapi pengobatan ini juga bisa digunakan pada pasien yang penyakitnya muncul lagi.

“Jadi misalnya pasien diobatin dengan obat A tapi setelah dievaluasi 6 bulan atau 1 tahun ternyata tidak berhasil maupun sel kanker muncul lagi, barulah kemudian obat ini dicoba. Akan tetapi, jika setelah obat ini diberikan 3 kali enggak respon, maka harus diberhentikan. Namun biasanya, berdasarkan penelitian, respon atezolizumab baik sampai 2 tahun,” tandas dr Ikhwan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini