nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

9 Hewan Ini Tak Akan Kamu Temukan di Kebun Binatang, Salah Satunya dari Indonesia

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Jum'at 26 Juli 2019 14:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 26 612 2083908 9-hewan-ini-tak-akan-kamu-temukan-di-kebun-binatang-salah-satunya-dari-indonesia-n2CEu5dbN9.jpg Indri yaitu Lemur Besar yang Hanya Ditemukan di Madagaskar (Foto: Rider's Digest)

BEREKREASI ke kebun binatang memang menjadi pilhan yang tepat untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga, terutama jika yang masih mempunyai balita. Selain untuk memperkenalkan hewan - hewan, bisa juga sebagai media pembelajaran untuk anak - anak.

Meski namanya kebun binatang, namun tidak semua hewan bisa ditempatkan di sana. Nyatanya ada beberapa hewan yang memang tidak bisa berkembang di bawah perawatan manusia, misalnya dalam sebuah penangkaran. Berikut hewan-hewan tersebut seperti dilansir dari Rider’s Digest.

1. Hiu Putih Besar

Hiu putih besar yang pernah ditangkar oleh Jepang

Di Jepang, hiu putih besar coba ditempatkan dalam aquarium di penangkaran. Percobaan itu memang sedikit berhasil. Namun pada 2016, hiu putih besar mati setelah tiga hari di Akuarium. Hiu itu menolak untuk makan. Hiu putih itu juga suka berkeliaran. "Kami tidak bisa meniru persis seperti habitatnya untuk mereka bertahan hidup," ujar Mizejewski.

2. Saola

Hewan Langka Siola

Hewan satu ini termasuk hewan langka dah hanya ditemukan di Pegunungan Annamite di Vietnam dan Laos. Saola ditemukan pada 1992, Menurut World Wildlife Fund. Dikenal sebagai unicorn Asia, Saola sangat terancam punah dan jarang terlihat.

3. Burung Swallow

Burung Swallow

Burung Swallow juga salah satu hewan yang tidak bisa hidup di penangkaran atau kebun binatang. Untuk mencari makanannya, Burung Swallow terbiasa berburu makanan di udara. "Mereka tidak bisa berkembang di penangkaran," sambung Mizejewski.

4. Gorila Gunung

Gorila gunung

Menurut Program Konservasi Gorila Internasional, Banyak upaya telah dilakukan selama tahun 1960 dan 1970 an untuk menangkap gorila gunung yang terancam punah. Berbeda dengan gorila di Dataran rendah, Tidak jelas mengapa gorila gunung tidak bertahan hidup di penangkaran. "Mungkin Kebutuhan makanan mereka lebih spesifik, atau mereka dipengaruhi oleh stres dan karenanya meninggal karena penyakit penyakit," catat IGCP

5. Cumi-Cumi Raksasa

Cumi cumi raksasa

Cumi - Cumi yang satu ini mempunyai bobot hampir satu ton. Tidak mudah untuk melihat cumi - cumi raksasa ini. "Karena lautan luas dan cumi -cumi raksasa hidup di dalam air, mereka tetap sulit ditangkap dan juga jarang terlihat," ujar Smithsonian. 

6. Paus Narwhal

Hewan Paus Langka

Hewan ini dikenal sebagai unicorn laut, karena gadingnya yang panjang. Narwhal merupakan hewan yang sulit dipahami, keberadaan yang jauh di dalam laut, juga membuatnya sulit diburu. "Tidak seperti paus lainnya, narwhals yang dapat hidup lebih dari 100 tahun, mati tidak lama di dalam penangkaran," sambung Smithsonian.

7. Pink Fairy Armadillo

Hewan Peri

Pink fairy armadillo atau peri merah muda merupakan hewan yang jarang terlihat di dalam air. Menurut sebuah penelitian, ketika hewan ini ditangkap seseorang, maka hewan ini bisa stres. Peri merah muda armadillo jarang hidup lebih dari beberapa tahun di kebun binatang, sehingga sedikit yang diketahui tentang spesies ini.

8. Indri

Lemur Indri yang langka

Indri adalah lemur besar yang hanya ditemukan di Madagaskar. Menurut penelitian, hewan ini tidak pernah ada yang bertahan lebih dari satu tahun di penangkaran. Menurut New England Primate Conservancy, "Penelitian menunjukan bahwa hewan ini memakan makanan tertentu dan pada waktu-waktu tertentu, yang tidak bisa ditiru di penangkaran”

9. Badak Bercula Satu

Badak Bercula satu dari Ujung Kulon

Yang terakhir berasal dari tanah Jawa. Hewan ini juga termasuk hewan yang tidak bisa hidup di penangkaran. Menurut World Wildlife Fund, Mamalia besar ini adalah spesies pemalu yang terbiasa hidup di hutan tropis lebat. Hal itulah yang sulit ditiru di penangkaran. Di Dunia, badak itu hanya tinggal tersisa 63 ekor, dan mererka semua berada di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini