nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ibu Hamil Lakukan USG 4D, Apakah Berbahaya untuk Janin?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 28 Juli 2019 15:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 28 481 2084610 ibu-hamil-lakukan-usg-4d-apakah-berbahaya-untuk-janin-OvLbG2g3lJ.jpg Ibu hamil lakukan pemeriksaan USG (Foto : Mommyasia)

Kemajuan teknologi yang semakin maju membuat kebutuhan berubah. Tak terkecuali masalah kehamilan. Dulu, mungkin Anda hanya tahu USG 2D untuk lihat perkembangan janin, tapi kini banyak ibu hamil yang memilih USG 3D atau bahkan 4D.

Alasannya cukup klise, untuk mengetahui lebih detail bagaimana tubuh si bayi dan apakah ada kelainan yang dimiliki. USG 4D mampu memberikan ibu hamil jawaban untuk dua hal tersebut dan itu kenapa tren ini mulai banyak diambil. Tapi, tahukah Anda kalau tindakan ini punya kekhawatiran kurang baik untuk si bayi.

Seperti yang dijelaskan laman UT South Western, USG 4D menyimpan risiko yang memang tidak membahayakan ketika tim medis melakukannya dengan tepat dan sesuai dengan kondisi kehamilan si ibu. Namun, secara general tindakan ini dianggap bisa membuat jabang bayi mengalami cacat tubuh. Dengan catatan, ada keadaan tertentu yang akhirnya membuat risiko itu semakin besar. Itu karena hantaran panas dari alat USG 4D.

ibu hamil usg

Itulah sebabnya tim medis mesti memastikan kalau energi yang diberikan saat pengecekan USG tidak terlalu tinggi atau sesuai dengan standar yang ditetapkan. Bahkan, sebisa mungkin agar menggunakan energi atau daya paling rendah. Selain itu, dalam proses tindakan, durasi pemeriksaan tidak boleh terlalu lama untuk memdapatkan gambar, sehingga bayi di dalam rahim tidak terekspos alat terlalu lama.

Peringatan penggunaan ultrasonografi secara komersial menurut American Institute of Ultrasound in Medicine ini telah disetujui The American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG).

"Meskipun tidak ada efek biologis yang dikonfirmasi pada pasien yang disebabkan oleh paparan dari instrumen ultrasonografi diagnostik saat ini, ada kemungkinan bahwa efek biologis tersebut mungkin diidentifikasi di masa depan. Jadi ultrasonografi harus digunakan dengan cara yang bijaksana untuk memberikan manfaat medis kepada pasien," sikapnya.

Intinya, ketika USG dilakukan untuk membantu mengelola kehamilan dan mengumpulkan informasi tentang janin yang sedang berkembang, ibu hamil tidak perlu khawatir tentang penggunaannya.

Ultrasonografi 2-D, 3-D, dan 4-D: Apa bedanya?

Semua USG menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar bayi Anda di dalam rahim. Namun, ada perbedaan yang bisa Anda ketahui dari tiga jenis USG yang ada sekarang. Apa itu?

Ultrasonografi 2-D yang teratur menciptakan pandangan cross-sectional pada bayi Anda. Lalu, dalam USG 3-D, gambar 2-D diambil dari berbagai sudut dan disatukan untuk membentuk gambar tiga dimensi. Ini lebih mirip dengan apa yang biasa Anda lihat di foto biasa.

Sementara itu, pada USG 4-D, ini mirip dengan 3-D, tetapi hasilnya menunjukkan gerakan, sehingga Anda dapat melihat bayi Anda menendang atau membuka dan menutup mata mereka.

Jadi mengapa kita tidak menggunakan 3-D sepanjang waktu jika kita memiliki kemampuan untuk melakukannya?

ibu hamil USG senang

Sederhananya, 2-D seringkali lebih efisien. Banyam tim medis yang biasanya tidak membutuhkan 3-D untuk menilai perkembangan bayi Anda. Namun, USG 3-D ini dapat memberikan gambaran yang bagus tentang bagian luar bayi Anda. Jadi USG 3-D atau 4-D adalah teknologi yang dikembangkan oleh para ahli untuk mencari kelainan dalam perkembangan dan pertumbuhan bayi Anda.

Namun, ultrasonografi 3-D dan 4-D bisa menjadi alat penting untuk menilai beberapa kelainan yang sulit dilihat dalam 2-D, seperti bibir sumbing. Tindakan ini juga sangat membantu ketika Anda perlu menjelaskan kelainan pada orangtua. Sementara itu, dokter dan ahli sonografi mungkin dapat dengan mudah mengenalinya dalam gambar 2-D, orangtua sering dapat lebih memvisualisasikan kelainan dalam gambar 3-D.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini