nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Datangi Area Terlarang Amerika, Mantan Bintang Porno Ini Berfoto Seksi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 30 Juli 2019 02:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 29 194 2085103 datangi-area-terlarang-amerika-mantan-bintang-porno-ini-berfoto-seksi-aGejqC9idy.jpg Mia Khalifa. (Foto: Instagram)

BELUM lama ini mantan pemain film dewasa, Mia Khalifa menghebohkan jagad maya melalui aksinya. Dia secara sengaja mengunjungi area terlarang di Amerika Serikat (AS) yang disebut dengan Area 51.

Meskipun dijaga ketat oleh tentara militer AS, namun Mia Khalifa tetap nekat untuk mengunjungi tempat terlarang tersebut yang sedang viral di media sosial.

Sebagaimana diketahui, Area 51 atau biasa disebut dengan US Air Force Flight Test Center merupakan sebuah daerah terisolasi di selatan Nevada yang dimiliki oleh pemerintah AS.

Tempat ini biasanya digunakan untuk pembangunan rahasia dan percobaan pesawat-pesawat tempur miliki AS. Tempat ini juga disinyalir menjadi pusat penelitian Unidentified Flying Object (UFO).

Beberapa waktu lalu, Area 51 menjadi salah satu tempat tren yang ramai dikunjungi musim panas ini. Jutaan pengguna media sosial digemparkan dalam sebuah kegilaan yang disebut dengan “Storm Area 51”. Di tengah kegilaan akan Area 51 ini, Mia pun menjadi selebritis pertama yang muncul dalam sebuah gurun di Area 51.

Mia memposting foto selfie seksi sambil berdiri di depan sebuah pagar di pada pasir. Tak hanya itu, Mia Khalifa juga memberikan caption pada postingan bertulis “Saya di sini untuk membebaskan alien saya” #Area51 Raid.

Sebagaimana dilansir Sputnik News, dengan menggunakan tagar yang sama, wanita cantik asal Lebanon ini melanjutkan perjalanan menuju Gurun Mojave California. Ia memilih lokasi tersebut untuk berteriak kepada salah satu klub Liga Inggris, West Ham United yang menjadi tim favoritnya.

“COYI (yang merupakan singkatan dari nyanyian penggemar West Ham United, Come On You Irons) jauh-jauh dari Gurun Mojave California,” tuli Mia dalam akun Twitter-nya.


Rencananya kerumunan orang akan datang ke tempat terlarang ini pada 20 September dan diperkirakan akan menjadi sebuah lelucon. Meski demikian, rencana yang tidak proporsional itu telah mengkhawatirkan pihak militer AS yang telah memperingatkan akan adanya “perampok” dalam upaya semacam itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini