nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bertahun-tahun Berada di Negeri Orang, Mungkinkah Habib Rizieq Homesick?

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 29 Juli 2019 17:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 29 196 2085066 hampir-setahun-berada-di-negeri-orang-mungkinkah-habib-rizieq-homesick-MvxzQnrIfL.jpg Habib Rizieq (Foto: Okezone)

Keberadaan Habib Rizieq hingga saat ini masih menjadi sorotan. Bagaimana tidak, sudah lebih dari dua tahun dirinya berada di Arab Saudi. Tak sedikit pihak yang mendesak pemerintah agar pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu segera dipulangkan ke Tanah Air.

Terlepas dari masalah politik dan masalah lain yang mendera Habib Rizieq, tidak menutup kemungkinan dirinya mengalami homesick alias rindu dengan kampung halamannya yang tak lain adalah Indonesia. Terlebih ia sudah cukup lama berada di negeri orang. Perasaan seperti itu juga bisa dialami oleh orang lain.

Sebut saja ribuan jamaah haji yang saat ini sedang menjalani ibadah di Tanah Suci. Begitu juga dengan para tenaga kerja Indonesia (TKI) dan pelajar yang mencari uang dan menuntut ilmu di luar negeri. Lantas, apakah homesick itu?

 Pria berbaju putih

Menurut psikolog klinis dewasa, Arrundina Puspita Dewi, M.Psi homesick adalah salah satu bentuk manifestasi dari emotional attachment terhadap rumah atau kampung halaman karena tumbuh besar di lingkungan tersebut. Emotional attachment adalah kelekatan terhadap segala sesuatu yang membuat seseorang merasa nyaman. Entah itu benda, individu, maupun kondisi tertentu.

“Kita sebagai invididu memiliki emotional attachment. Berbicara mengenai homesick, hal-hal yang familiar dengan rumah atau kampung halaman, biasanya akan mengingatkan seseorang tentang ingatan selama tumbuh besar di sana. Pada akhirnya bisa timbul rasa kangen karena kenangan tersebut secara emosional menggugah perasaan untuk kembali berada di situasi yang dulu pernah dialami,” papar Arrundina sewaktu dihubungi Okezone melalui pesan singkat, Senin (29/7/2019).

Dikatakan olehnya, homesick bisa terjadi pada siapa saja dan tidak memandang usia. Hal itu dikarenakan adanya pengalaman menyenangkan dan emotional attachment terhadap tempat yang memberikan kenyamanan. Apabila berada jauh dari tempat tersebut, maka bisa menimbulkan perasaan rindu untuk kembali berada di sana.

“Apalagi rumah tak hanya sekadar membuat individu merasa nyaman dan familiar, melainkan merupakan tempat primary support system. Maka tak heran bila homesick biasanya juga muncul ketika individu sedang merasa down dan lingkungan sekitar tempatnya tinggal saat itu kurang mendukung,” tandas Arrundina.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini