nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sekolah Dasar Ternyata Masa Puncak Anak Belajar Kepribadian Loh!

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 29 Juli 2019 20:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 29 196 2085094 sekolah-dasar-ternyata-masa-puncak-anak-belajar-kepribadian-loh-MXQVRO4Bxb.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

Sekolah sejatinya memang bukan hanya sebagai tempat untuk menuntut ilmu. Sekolah di sisi lain juga menjadi tempat untuk anak-anak bisa bersosialisasi, bergaul, dan membentuk karakter kepribadian.

Tahukah Anda, ternyata jika dilihat dari sisi ilmu psikologi anak, seperti dikatakan psikolog anak dan keluarga, Rosdiana Setyaningrum M.Psi. MHPEd, masa di bangku sekolah dasar adalah golden time alias waktu emas untuk anak-anak belajar dan membentuk kepribadiannya.

 Anak sekolah

“Masa sekolah dasar itu puncak anak belajar kepribadian. Ini adalah tahapan terakhir mereka belajar kpribadian, di waktu mendatang memang masih bisa berubah tapi agak susah. Sebab terbentuk selama 12 tahun. Mereka belajar berteman, mengembangkan EQ (emotional quotient) dan IQ (intelligence quotient),” ujar Rosdiana kata ditemui Okezone, belum lama ini di kawasan Melawai, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut Rosdiana melanjutkan, sebetulnya tahapan perkembangan kepribadian pada anak itu memang sudah dimulai sejak usia 0. Di mana masing-masing periode hadir dengan kebutuhan yang berbeda.

Misalnya di umur 0-1 tahun, anak harus mendapat seperti apa yang dia butuh. Tidak kurang dan tidak lebih. Lalu lanjut di usia 1-3 tahun, di mana di periode ini sejatinya anak harus mandiri, bisa mengerjakan sesuatunya sendiri. Sehingga anak merasa mampu karena dengan mampu, anak akan bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan dirinya sendiri.

Setelah itu di usia 4-5 anak harus bisa memilih dan berkonsekuensi, simpel saja misalnya perihal jenis makanan yang dipilih. Makanan yang ia pilih itulah makanan yang harus ia makan dan habiskan. Barulah masa sekolah dasar, selain harus bisa memilih anak idealnya juga belajar tentang menerima risiko.

“Begitu masuk di SD (sekolah dasar), tugas dia berprestasi di bidang apapun enggak hanya di sekolah makanya dia harus bisa milih dan harus bisa menerima risiko itu karena orang tua itu mesti memperkenalkan sejak di masa akhir sekolah TK (taman kanak-kanak) atau awal masuk SD. Lihat anak suka dan jago di bidang apa, akademis, sport atau non-akademis atau berkegiatan sosial. Jadi di masa SD ini anak punya yang membuat dia merasa dirinya berharga dan bisa,” pungkas Rosdiana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini