nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gandeng Cinta Laura Jadi Duta Anti Kekerasan Terhadap Anak, Ini Alasan KPPPA

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 29 Juli 2019 22:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 29 196 2085185 gandeng-cinta-laura-jadi-duta-anti-kekerasan-terhadap-anak-ini-alasan-kpppa-NTqIy3fm3Q.jpg Cinta Laura didapuk sebagai Duta Anti Kekerasan Terhadap Anak (Foto: Tiara Putri/Okezone)

Angka kekerasan terhadap anak dan perempuan yang cukup tinggi perlu mendapatkan perhatian tinggi dari banyak pihak. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA) bersama dengan Badan Pusat Statistik pada 2018 lalu, tercatat angka kekerasan anak mencapai 66% dan 1 dari 3 perempuan mengalami kekerasan.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah melalui Kemen PPA telah mendirikan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA). UPTD PPA bertindak sebagai wadah bagi masyarakat khususnya anak-anak dan perempuan untuk melapor apabila mengalami kekerasan. Selain itu, dengan didirikannya lembaga tersebut ingin menunjukkan jika pemerintah serius memerangi kekerasan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

 Laki-laki dan perempuan

“Sepanjang tahun 2018 Kemen-PPPA telah berhasil menangani 4.500 kasus terkait perempuan dan anak. Penyelesaian kasus sangat didukung hadirnya UPTD PPA di berbagai daerah. Hingga Juli 2019, UPTD PPA telah terbentuk di 18 Provinsi dan 34 Kabupaten/kota,” ungkap Sekretaris Kemen-PPPA, Dr. Pribudiarta Nur Sitepu, MM saat ditemui Okezone, Senin (29/7/2019) dalam acara Penyematan Duta Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak’.

Pada acara tersebut, artis Cinta Laura Kiehl terpilih sebagai Duta Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. Dirinya diharapkan dapat membantu Kemen-PPPA bersosialisasi kepada masyarakat agar berani melapor apabila mengalami kekerasan . Sosialisasi juga dibutuhkan guna menghindari masalah kekerasan.

Penyematan Duta Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak kepada Cinta terjadi bukan tanpa alasan. Diungkapkan oleh Pribudiarta, perempuan kelahiran 17 Agustus 1993 itu berhasil menunjukkan jika dirinya berhasil bertahan untuk menghadapi kekerasan dan melanjutkan hidup. Selain itu, dirinya adalah pribadi muda yang positif, cerdas, dan peduli pada kekerasan.

 Konferensi pers

“Ke depannya kami berharap bisa melakukan sosialisasi bersama Cinta agar anak-anak muda dapat lebih peduli dengan kekerasan. Semoga Cinta bisa mendorong peer group-nya baik di media sosial maupun di media konvensional untuk melawan kekerasan,” ujar Pribudiarta.

Dalam kesempatan yang sama, Cinta Laura mengaku merasa bahagia dan bersyukur lantaran dirinya dinobatkan sebagai Duta Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. Dirinya ingin mendorong perempuan dan anak-anak Indonesia agar tidak takut melaporkan hal-hal yang tidak adil bagi mereka dan kekerasan. Perempuan blasteran Jerman-Indonesia itu berharap masyarakat berani melawan kekerasan.

“Sebenarnya sudah banyak regulasi dan undang-undang yang mengatur hal tersebut. Tinggal bagaimana caranya membuat awareness yang lebih banyak lagi supaya perempuan dan anak Indonesia tahu apa yang harus dilakukan kalau ada sesuatu yang terjadi pada mereka,” tutur Cinta Laura.

Pemberian apresiasi terhadap UPTD PPA

Sementara itu, tak hanya menyematkan Duta Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak kepada Cinta Laura, Kemen-PPPA juga mengapresiasi UPTD PPA yang telah sesuai standar dan memiliki prinsip-prinsip layanan publik dengan memberikan penghargaan. Harapannya dengan penghargaan ini UPTD PPA yang ada di 18 provinsi semakin bertambah baik dan dapat ikut memainkan peran mencegah kekerasan.

“Proses penilaian untuk pemberian penghargaan kepada UPTD PPA ini sebenarnya cukup panjang, sudah dilakukan sekira 1-2 bulan lalu sebelum Hari Anak Nasional. Ada beberapa kriteria yang kami terapkan, mulai dari kemampuan melakukan penanganan dan pelayanan, hingga SDM yang tersedia karena kami menerapkan standar ISO,” jelas Pribudiarta.

Adapun 5 provinsi dan 5 kabupaten/kota dengan kelembagaan UPTD PPA yang memeroleh penghargaa antara lain Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Barat, Kabupaten Sleman, Kota Surakarta, Kota Balikpapan, Kota Bandung, serta Kabupaten Sidoarjo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini