nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berlebihan Pakai Media Sosial Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 30 Juli 2019 19:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 30 196 2085547 berlebihan-pakai-media-sosial-bisa-pengaruhi-kesehatan-mental-QTa6ZGMWfU.jpg Dampak negatif media sosial (Foto: Yourtango)

ADANYA internet yang dapat diakses melalui gadget, akhirnya memunculkan kebiasaan yang baru. Baik dari segi interaksi maupun penggunaan waktu, apalagi dengan kencangnya geliatnya media sosial sekarang.

Tahukah Anda, bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah pengguna internet tertinggi di dunia, terutama dalam penggunaan media sosial yang mencapai 56 persen dari total populasi, di mana angka persentase ini naik sekitar 20persen dari tahun 2018 silam.

Didukung dengan hasil survei dari APJII (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia), yang menyebutkan di tahun 2018 lalu ternyata pengguna paling aktif media sosial itu adalah perempuan. Dari total 256,2 juta masyarakat Indonesia, sekitar 143,26 juta orang Indonesia adalah pengguna internet dengan mayoritas pengguna media sosial adalah kaum Hawa.

 media sosial

Penggunaan media sosial hadir dengan dampak negatif dan positif. Pertama jika bicara soal dampak negatif, seperti yang dijelaskan oleh Vera Itabiliana, psikolog anak dan remaja, pengunaan media sosial yang berlebihan disebutkan dapat mempengaruhi produktivitas dan kesehatan mental loh!

Media sosial bisa jadi platform yang baik jika digunakan tepat, tapi jika kita berlebihan menggunakannya akan pengaruhi produktivitas dan kesehatan mental. Kesehatan mental di sini dapat diinterpretasikan bahwa usia muda memiliki tendensi untuk melakukan yang disebut pembandingan sosial,” ungkap Vera saat ditemui dalam acara, “Konferensi Pers Marina Beauty Journey 2019 #SemakinBersinar”, di bilangan Sudirman, Jakarta.

Vera melanjutkan lebih detail, pembandingan sosial yang dimaksud adalah di mana diri sendiri akan cenderung melihat orang lain lebih dari dirinya. Hingga akhirnya muncul rasa tidak percaya diri, yang mana hal ini begitu dekat dengan usia muda yakni usia 15 hingga 20 tahunan, sebab inilah masa yang dinamakan “Age of Possibilities”, usia di mana seseorang sedang senang mengeksplor semua hal sehingga semua kemungkinan bisa terjadi.

“Pembandingan sosial yang berlebihan, contoh sederhananya membandingkan penampilan diri sendiri dengan penampilan orang lain. Akhirnya kesehatan mental terganggu, diri jadi tertekan,” imbuhnya.

Di luar kesehatan mental, turunnya produktivitas seseorang juga disebutkan masuk jadi dampak negatif penggunaan media sosial yang berlebihan. Untuk dampak soal produktivitas, Vera menggarisbesarkan pada dampak sederhana yang terjadi sehari-hari yakni pola tidur dan pola makan.

“Gangguan pola tidur dan pola makan, penggunaan media sosial menganggu jam istirahat, jam makan, dan jam melakukan aktivitas lainnya. Ini tandanya pemakaian media sosialnya sudah berlebihan, jadi bikin produktivitas sampai relasi sosial menurun. Jam tidur terganggu badan kurang istrirahat, besoknya aktivitas kurang optimal karena kelelahan, atau pas kerja buka media sosial terlalu sering nah fokus jadi terganggu,” pungkas Vera.

Senada dengan penjelasan Vera di atas, dari hasil survei soal pemakaian media sosial dan produktivitas yang melibatkan 1000 orang perempuan yang digelar Marina.

Ternyata hasilnya adalah 100persen koresponden memang pengguna media sosial, dan sebanyak 82persen responden setuju kalau penggunaan media sosial membuat diri jadi tidak produktif. Dalam survei yang sama, juga menyebutkan sebanyak 58persen peserta survei mengaku memang memilih untuk mengakses media sosial untuk menghabiskan waktu ketimbang bersosialiasi langsung di dunia nyata.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini