nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inspiratif, Perempuan Ini Lulus Kuliah Tepat Waktu sambil Urus Suami dan Anak Kembar

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 30 Juli 2019 22:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 30 196 2085621 inspiratif-perempuan-ini-lulus-kuliah-tepat-waktu-sambil-urus-suami-dan-anak-kembar-edUHYICZSR.jpg Ilustrasi (Foto: usatoday)

Perjuangan setiap orang untuk mendapatkan gelar sarjana berbeda-beda. Ada yang harus berusaha menyelesaikan kuliah di tengah himpitan ekonomi, ada pula yang harus membagi waktu karena memiliki banyak peran. Sebuah cerita inspiratif datang dari perempuan bernama Saalih Alisya.

Dalam utasan di akun Twitter pribadinya, @saalihalisya, dirinya mengungkapkan jika harus menyelesaikan kuliah selama 3,8 tahun sambil berbagi peran menjadi istri, ibu, dan mahasiswi. Saalih menikah pada 2017. Tak lama berselang, tepatnya pada 2018 dirinya melahirkan dua anak kembar. Walaupun tak mudah, kerja kerasnya terbayarkan karena pada 2019 ia berhasil wisuda.

Saalih mengaku pada awalnya dia tidak kepikiran untuk menikah sambil kuliah. Malah dirinya memiliki target untuk menikah pada usia 25 atau 26 tahun. Pada tahun 2015, ia masuk kuliah. Siapa sangka, dua tahun setelahnya Saalih malah menikah di usia 20 tahun.

 Kisah inspiratif

“Aku taaruf sama suami taun 2017, dan singkat banget prosesnya ta'aruf 5 bulan lanjut khitbah lalu menikah. Posisi wkt itu aku lg sibuk - sibuknya kuliah. Sblm memantapkan menikah aku sempet bikin perjanjian dulu sm dia bahwa aku msh kuliah dan aku ingin nyelesein kuliah ku juga,” tulisnya seperti yang Okezone kutip Selasa (30/7/2019).

Bagi Saalih, pilihan itu adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidupnya. Terlebih saat itu suaminya yang masih berstatus CPNS harus menanggung biaya kuliahnya. Beruntung Saalih berhasil mendapatkan beasiswa beberapa bulan setelah menikah. Namun masalah lain kembali muncul dimana sang suami meminta kehadiran seorang anak.

Pada saat itu, Saalih sempat menolak dan meminta sang suami menunda keinginan tersebut hingga ia lulus kuliah. Hal ini dikarenakan dirinya merasa belum siap lantaran kesibukan di kuliah. Mulai dari urusan himpunan mahasiswa, magang, hingga kuliah kerja nyata (KKN). Beruntung sang suami menerima keputusannya.

Namun tak berapa lama Saalih berubah pikiran. Hal ini dikarenakan saat magang di sebuah hotel dirinya bertemu dengan rekan kerja perempuan yang merasa sedih karena tak kunjung dikaruniai anak padahal sudah menikah cukup lama. Cerita itu membuat Saalih memikirkan ulang keputusannya. Akhirnya ia setuju untuk memiliki anak dan ternyata hasil USG menunjukkan dia mengandung anak kembar. Di saat bersamaan, sang suami resmi menjadi PNS.

Saalih yakin bisa melewati rintangan untuk menyelesaikan pendidikannya walau harus mengandung dan memenuhi kewajiban sebagai seorang istri. Baginya semua itu telah diatur oleh Allah SWT. Belum lagi saat usia kandungan menginjak 7 bulan dokter mengatakan bayinya sungsang sehingga ia harus banyak jalan dan beraktivitas. Kondisi itu membuatnya semakin bersemangat kuliah karena hitung-hitung olahraga.

“Bulan ke 8, tiba tiba ketuban ku rembes kemudian hrs dirawat 3 hari di RS. Qadarullah, bayiku lahir prematur & BBLR dgn cara caesar di 34 Minggu usia kandungan. Shock sbnrnya. Dlm situasi spt ini ngerasa bersalah apa Krn aku terlalu kecapean bulak balik kampus?” tutur Saalih.

Tantangan mulai dihadapi olehnya. Saalih tidak bisa segera kembali ke kampus karena luka bekas operasi masih terasa sakit. Belum lagi dia harus begadang menyusui dua orang bayi. Selain itu, bayinya yang lahir prematur masih harus mendapatkan perhatian lebih.

“Putus asa, sedih, ngeliat temen sekelas yg udah maju menuju skripsian sedang aku lg menyaksikan anakku beberapa kali pasang selang infus. Bahkan aku dinyatakan hampir tidak lulus salah satu mata kuliah akibat menunda pengumpulan tugas. ‘Ya Allah, aku serahkan semua pd Mu..’,” ungkap Saalih.

Beruntung dirinya memiliki teman-teman yang baik hati. Temannya membantu Saalih untuk mengerjakan tugas. Mereka siap mengumpulkan tugas yang telah dikerjakan olehnya. Tak hanya itu, Saalih mendapat dosen pembimbing skripsi yang mengerti kondisinya. Hal itu membuat ia bisa mnyelesaikan kuliah tepat waktu.

“Support dari org2 terdekat membuat aku semangat lagi buat kuliah, ditengah anak kembarku yg sakit-sakitan. Akhirnya aku bisa menyelesaikan skripsi dan perkuliahan dlm kurun wkt 3,8 tahun. Kayak mustahil, tapi inilah pertolongan Allah,” tandas Saalih.

Hingga saat ini, utasan yang ditulisnya itu telah dibagikan sebanyak lebih dari 4 ribu kali dan disukai lebih dari 8 ribu. Pengguna yang membaca kisah Saalih pun banyak yang memuji perjuangannya dan merasa salut.

Contohnya akun @kajoltavia yang menulis, “Masya Allah salut banget, sehat terus ya keluarganya. Semoga jadi anak yg berbakti 🤗🤗🤗 bersyukur mbak di usia muda udha lengkap kebahagiaanya punya suami yg loyal dan anak anak yg lucu , sini peluk 🤗🤗🤗.”

Kemudian ada akun @MasriyanaChance yang berkomentar, “Masya Allah. Jadi motivasi banget perjalanan kuliahnya. Semoga mbanya sukses, dan anak anaknya menjadi anak yg bermanfaat bagi agama dan negara. Terharu.😭”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini