nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Siap-Siap, Iuran BPJS Kesehatan Akan Segera Naik

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 31 Juli 2019 17:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 31 481 2086005 siap-siap-iuran-bpjs-kesehatan-akan-segera-naik-vvxHmxVo1T.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

GUNA menutupi defisit di BPJS Kesehatan Menteri Keuangan Sri Mulyani pun memberi lampu hijau rencana kenaikan tarif iuran. BPJS Kesehatan pun berharap aturan tersebut segera diterapkan.

Pasalnya, selama ini tarif iuran tidak besar, sehingga membuat defisit yang terjadi di BPJS Kesehatan semakin membesar. Tahun ini, BPJS Kesehatan ternyata mengalami defisit sekira Rp28 triliun.

Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma'ruf mengatakan, ketika melihat perkembangan wacana kenaikan iuran JKN-KIS tersebut, tentu BPJS Kesehatan mengapresiai pemerintah. Hal ini jadi sinyal baik yang dinantikan selama ini.

"Supaya iuran yang ditetapkan itu sesuai dengan kondisi finansial di masyrakat, juga termasuk kondisi nasional negara kita," ucap Iqbal ditemui di Kantor BPJS Kesehatan, kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (31/7/2019).

kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini sebenarnya dapat membantu menyelesaikan masalah defisit. K

Iqbal menerangkan, kenaikan iuran BPJS Kesehatan ini sebenarnya dapat membantu menyelesaikan masalah defisit. Kemudian saat defisit, hutang BPJS Kesehatan kepada rumah sakit akan menumpuk.

"Ya, iuran (naik) itu menjadi pangkal masalah terbesar soal defisit. Kalau itu tidak bisa diselesaikan apa yang harus dilakukan. Apa negara akan terus memberikan suntikan dana?," jelas Iqbal.

Sementara masyarakat juga harus sadar akan preventif untuk menjaga kesehatan masing-masing. Karena tanggung jawab kesehatan pribadi tersebut harus dijaga agar tidak mudah sakit.

"Program ini bisa berdiri sendiri tegak dengan kontribusi iuran. Itu yang terbaik karena mengikutsertakan masyarakat. Mereka tanggung jawab terhadap kesehatan sendiri jadinya," kata Iqbal.

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan sudah disetujui oleh Kementerian Keuangn.

Saat ini, sambung Iqbal, terdapat tiga golongan iuran BPJS Kesehatan. Iuran BPJS Kesehatan kelas III sebesar Rp25.500 per bulan, kemudian, iuran kelas II sebesar Rp51.000 per bulan dan iuran Kelas I Rp80.000 per bulan.

Kemudian melalui Peraturan Presiden No 19 dan 28 Tahun 2016 untuk peserta PBI, iurannya sebesar Rp23.000 dari seharusnya Rp36.000 setiap bulan.

Dia juga berharap dengan adanya kenaikan iuran ini, masalah defisit akan selesai. Masyarakat juga jadi peduli dengan kesehatan pribadinya, karena masalah ini terjadi terus-menerus.

"Kami berharap kalau iuran dinaikkan tarif rumah sakit disesuaikan, dan lainnya. Kami berharap iuran yang ditetapkan, akan mampu membiayai program ini. Karena tentu permasalahan dari tahun ke tahun ini bisa dihindari," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini