nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menguak Fenomena Kesurupan dari Kacamata Magis hingga Psikologi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 01 Agustus 2019 20:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 01 196 2086539 menguak-fenomena-kesurupan-dari-kacamata-magis-hingga-psikologi-YAr3wVbQ3d.jfif Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Belum lama ini karyawan restoran Ruben Onsu mengalami kesurupan massal. Kejadian itu menyebar di media sosial dan membuat publik kaget. Terlebih, banyak sumber menjelaskan, kejadian itu ulah santet rekan artis yang membenci Ruben.

Fenomena kesurupan sejatinya bukan hal baru di masyarakat Indonesia. Kejadian itu sering terjadi, terlebih ada kisah mistis di baliknya. Misalnya penebangan pohon tua, perubuhan rumah tua, atau membangun rumah atau sekolah di atas makam.

Tapi, sampai sekarang kebanyakan orang masih beranggapan kesurupan adalah ulah makhluk ghaib yang ingin menguasai tubuh manusia. Kesurupan terjadi juga karena jiwa manusia lemah dan itu jadi sasaran empuk arwah gentayangan.

Namun, tahukah Anda apa sebetulnya kesurupan? Untuk menjawab pertanyaan itu, Okezone coba mewawancarai dua sumber yang bisa dibilang bertolak belakang; perempuan indigo Furi Harun dan psikolog Meity Arianty. Ya, yang satu dari sisi magis, yang satu sisi ilmu psikologi.

 Kamis Mistis

Kesurupan dari kacamata magis

Menurut penjelasan Furi Harun, kesurupan merupakan kondisi di mana tubuh manusia dirasuki makhluk halus, bisa jin atau setan. Ketika makhluk itu sudah menguasai tubuh manusia, dia bisa berbuat apapun.

Nah, terkait dengan penyebab kenapa orang bisa kesurupan, Furi menyatakan, itu berhubungan dengan bagaimana si manusia sendiri. Maksudnya, apakah dia kurang dekat dengan Tuhan atau memang dalam kondisi sangat lemah.

"Penyebab kesurupan itu bisa karena kurang doa, kondisi mental drop, banyak pikiran, terlalu ketakutan, atau pikiran kosong," terang Furi pada Okezone melalui pesan singkat, Kamis (1/8/2019).

Selain kondisi itu, orang bisa kesurupan juga karena dia dipengaruhi guna-guna yang dikirimkan seseorang. "Energi" itu yang akhirnya membuat orang bisa mudah dirasuki setan atau jin.

Kesurupan dari kacamata psikologi

Pada Okezone, Psikolog Mei menjelaskan kalau kesurupan berdasar KBBI ialah fenomena kemasukan setan atau roh jahat. Jadi, seperti seseorang kemasukan sesuatu secara spiritual.

Dia melanjutkan, kesurupan dalam budaya Indonesia diidentikan dengan mistis atau klenik atau hal yang berbau hantu-hantuan.

"Saya sendiri tidak mengetahui persis kesurupan yang dimaksud di sini karena dalam dunia psikologi, diagnostic and statistical manual of mental disorders (DSM) itu punya beberapa gejala yang biasanya menyerang orang kesurupan," ungkap Mei.

Gejala tersebut bisa berupa bertindak lepas kontrol dan berbeda dari biasaya, lalu terjadi perubahan nada suara atau bahkan mimik wajah, kemudian hilang ingatan, hingga sulit membedakan kenyataan atau fantasi pada waktu yang sama. Selain itu, gejalanya juga ialah susah konsentrasi, hilang kesadaran akan sekitarnya dan tidak sadar akan dirinya.

Mengacu hal tersebut, sambung Psikolog Mei, ada beberapa pendapat sebenarnya terkait hal ini, misal ada yang berpendapat, hal ini disebut dengan keadaan disosiasi yaitu saat seseorang seakan terpisah dari dirinya, kemudian ada yang disebut histeria di mana saat seseorang tidak dapat mengendalikan dirinya, dan ada juga yang menyebut sebagai split personality yaitu saat di mana seseorang tampil dengan beragam perilaku yang dimunculkan oleh pribadi yang berbeda.

Sementara itu, menurut Dadang Hawari, kesurupan adalah reaksi kejiwaan yang dinamakan reaksi disosiasi di mana hilangnya kesadaran seseorang sehingga tidak menyadari realitas di sekelilingnya.

 Kamis Mistis

Bagaimana dengan kesurupan massal?

"Kesurupan massal itu melibatkan sugesti, karena kalau reaksi disosiasi dapat terjadi secara perorangan atau bersama-sama, hal ini saling memengaruhi dan tidak jarang menimbulkan histeria massal," ucap Psikolog Mei. Kondisi ini terjadi biasanya disebabkan karena tekanan fisik maupun mental (berlebihan).

Sementara itu, apa yang membuat kesurupan bisa terjadi?

Menurut Prof Soewadi, bukan karena masuknya mahluk halus, melainkan karena tekanan sosial, sehingga menurutnya kesurupan adalah gangguan jiwa pada seseorang yang diikuti orang lain dan gangguan jiwa ini mengakibatkan hilangnya kepribadian yang asli.

"Fenomena kesurupan ini kadang merupakan luapan emosi seseorang dalam rangka mengekspresikan suatu beban yang dialami baik fisik maupun mental," tambah Psikolog Mei.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini