nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menguak Fenomena Kesurupan dari Kacamata Magis hingga Psikologi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 01 Agustus 2019 20:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 01 196 2086539 menguak-fenomena-kesurupan-dari-kacamata-magis-hingga-psikologi-YAr3wVbQ3d.jfif Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Gejala tersebut bisa berupa bertindak lepas kontrol dan berbeda dari biasaya, lalu terjadi perubahan nada suara atau bahkan mimik wajah, kemudian hilang ingatan, hingga sulit membedakan kenyataan atau fantasi pada waktu yang sama. Selain itu, gejalanya juga ialah susah konsentrasi, hilang kesadaran akan sekitarnya dan tidak sadar akan dirinya.

Mengacu hal tersebut, sambung Psikolog Mei, ada beberapa pendapat sebenarnya terkait hal ini, misal ada yang berpendapat, hal ini disebut dengan keadaan disosiasi yaitu saat seseorang seakan terpisah dari dirinya, kemudian ada yang disebut histeria di mana saat seseorang tidak dapat mengendalikan dirinya, dan ada juga yang menyebut sebagai split personality yaitu saat di mana seseorang tampil dengan beragam perilaku yang dimunculkan oleh pribadi yang berbeda.

Sementara itu, menurut Dadang Hawari, kesurupan adalah reaksi kejiwaan yang dinamakan reaksi disosiasi di mana hilangnya kesadaran seseorang sehingga tidak menyadari realitas di sekelilingnya.

 Kamis Mistis

Bagaimana dengan kesurupan massal?

"Kesurupan massal itu melibatkan sugesti, karena kalau reaksi disosiasi dapat terjadi secara perorangan atau bersama-sama, hal ini saling memengaruhi dan tidak jarang menimbulkan histeria massal," ucap Psikolog Mei. Kondisi ini terjadi biasanya disebabkan karena tekanan fisik maupun mental (berlebihan).

Sementara itu, apa yang membuat kesurupan bisa terjadi?

Menurut Prof Soewadi, bukan karena masuknya mahluk halus, melainkan karena tekanan sosial, sehingga menurutnya kesurupan adalah gangguan jiwa pada seseorang yang diikuti orang lain dan gangguan jiwa ini mengakibatkan hilangnya kepribadian yang asli.

"Fenomena kesurupan ini kadang merupakan luapan emosi seseorang dalam rangka mengekspresikan suatu beban yang dialami baik fisik maupun mental," tambah Psikolog Mei.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini