nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berkaca dari Meninggalnya Agung Hercules, Ketahui Faktor Risiko Kanker Otak

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 01 Agustus 2019 17:53 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 01 481 2086515 berkaca-dari-meninggalnya-agung-hercules-ketahui-faktor-risiko-kanker-otak-cMBowlbu11.jpg Agung Hercules (Foto: agunghercules88/Instagram)

Dunia hiburan berduka, komedian sekaligus penyanyi dangdut Agung Hercules meninggal dunia di usia 51 tahun. Penyakit kanker otak stadium 4 jenis glioblastoma menjadi penyebabnya. Agung dikatakan meninggal dunia sekira pukul 16.00 WIB, Kamis (1/8/2019).

Agung Hercules melawan kanker otak sekitar 6 bulan jika dihitung dari durasi kemoterapi yang sudah dia jalani. Bukan waktu yang sebentar tentunya, terlebih banyak perubahan yang langsung terlihat. Mulai dari tubuh yang tak lagi kekar, rambut rontok, hingga sulitnya bicara.

Terlepas dari itu, Okezone coba mengupas lebih dalam apa penyebab Agung bisa mengidap penyakit serius tersebut. Menurut laman Mayo Clinic, penyebab penyakit glioblastoma atau glioma sama seperti kebanyakan tumor otak primer lainnya, di mana penyebab pasti glioblastoma tidak diketahui. Tetapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko tumor otak.

 Artis meninggal

Apa saja faktor risiko penyakit Agung Hercules ini?

Seperti kebanyakan tumor otak primer, penyebab pasti glioblastoma tidak diketahui. Tetapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko tumor otak. Faktor risiko meliputi:

1. Usia

Risiko Anda untuk terkena tumor otak meningkat seiring bertambahnya usia. Glioma paling umum terjadi pada orang dewasa antara usia 45 dan 65 tahun. Namun, tumor otak dapat terjadi pada usia berapa pun. Jenis glioma tertentu, seperti ependymoma dan astrocytoma pilocytic, lebih sering terjadi pada anak-anak dan dewasa muda.

2. Paparan radiasi

Orang yang telah terpapar pada jenis radiasi yang disebut radiasi pengion memiliki risiko lebih tinggi terkena tumor otak. Contoh radiasi pengion termasuk terapi radiasi yang digunakan untuk mengobati kanker dan paparan radiasi yang disebabkan oleh bom atom.

 Artis meninggal

Bentuk radiasi yang lebih umum, seperti medan elektromagnetik dari saluran listrik dan radiasi frekuensi radio dari oven microwave belum terbukti meningkatkan risiko glioma.

Tidak jelas apakah penggunaan ponsel meningkatkan risiko kanker otak. Beberapa studi telah menemukan hubungan yang mungkin berkaitan antara penggunaan ponsel dan jenis kanker otak yang disebut neuroma akustik. Sementara itu, banyak juga penelitian lain yang tidak menemukan hubungan di antara keduanya.

Sebab, ponsel adalah faktor yang relatif baru, penelitian jangka panjang diperlukan untuk memahami dampak potensial terhadap risiko kanker. Untuk saat ini, jika Anda khawatir tentang kemungkinan hubungan antara ponsel dan kanker, para ahli merekomendasikan untuk membatasi paparan Anda dengan menggunakan speaker atau perangkat bebas genggam, yang menjauhkan ponsel itu dari kepala Anda.

3. Riwayat keluarga

Jarang terjadi glioma dalam keluarga. Tetapi memiliki riwayat keluarga glioma dapat menggandakan risiko. Beberapa gen secara lemah dikaitkan dengan glioma, tetapi studi lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hubungan antara variasi genetik ini dan tumor otak.

 Artis meninggal

Gejala pengidap kanker otak jenis glioblastoma

Pada kasus Agung Hercules, pria berusia 51 tahun ini mengenali gejala penyakitnya dengan kemunduran kemampuan Agung dalam berbicara. Ternyata, itu benar.

Seperti yang dijelaskan dalam Mayo Clinic, gejala dari glioblastoma salah satunya adalah kesulitan dalam berbicara. Selain gejala itu, ada gejala lain yang bisa Anda catat.

Adalah sakit kepala, mual dan muntah, penurunan fungsi otak, hilang ingatan, perubahan kepribadian atau sangat mudah marah, punya masalah dalam keseimbangan, inkontinensia urin, hingga masalah penglihatan. Bahkan, pada kasus tertentu, penderita glioblastoma sampai alami kejang-kejang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini