nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teman Kesurupan? Ini Pertolongan Pertama yang Bisa Dilakukan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 01 Agustus 2019 13:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 01 612 2086351 teman-kesurupan-ini-pertolongan-pertama-yang-bisa-dilakukan-a3y8uZQRyI.jpg Ilustrasi orang kesurupan (Foto: Dokumentasi Okezone)

FENOMENA kesurupan atau kerasukan makhluk halus masih sering terjadi hingga saat ini. Peristiwa tersebut biasanya terjadi di berbagai tempat angker maupun tempat biasa. Mulai dari rumah kosong, gedung perkantoran, hutan, gunung, hingga sekolah.

Menurut penjelasan paranormal Haryo Tali Jiwo, ada beberapa faktor yang membuat seseorang rentan kerasukan makhluk halus. Dari analisa dan pengalamannya, penyebab awal orang yang terkena kesurupan itu berkaitan dengan kondisi psikologi dan pikirannya.

"Contoh sederhana bisa dilihat dari kasus kesurupan masal yang sering melanda siswa-siawi SD atau SMA. Itu karena mereka banyak pikiran, selalu merasa khawatir, atau sedang mengalami depresi memikirkan nilai sekolahnya," tutur Haryo Tali Jiwo saat dihubungi via pesan singkat, Rabu (31/7/2019).

Ia menambahkan bahwa kebanyakan korban kesurupan adalah kaum hawa. Hal ini karena pikiran dan perasaan mereka cenderung lebih rentan dan lemah untuk dirasuki. Ketika pikiran mereka sedang tegang, pusing, dan banyak pikiran, energi metafisik akan lebih mudah masuk ke dalam tubuh dan menguasai kesadarannya.

Jika sudah demikian, Haryo menyarankan agar korban kesurupan segera diobati dengan cara yang tepat. Pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah membawa korban ke ruangan steril dan jauh dari keramaian.

Selain itu, korban kesurupan maksimal dijaga 3 orang saja dan jauhkan dari orang-orang yang hanya sekadar ingin kepo atau menonton.

"Apapun ucapannya sewaktu kesurupan abaikan dan jangan ditanggapi. Perlakukanlah korban seperti sedang menangani orang pingsan walaupun kenyataannya kerasukan makhluk halus," tegas Haryo.

Lebih lanjut, Haryo menjelaskan, orang-orang yang menangani korban kesurupan juga bisa membantu dengan membaca dan berdoa pakai ayat apapun. Asalkan diyakini secara mutlak.

"Saat membaca harus benar-benar diyakini dan harus tenang. Kalau yang tolong panik malah makin menjadi-jadi dan semakin lama," terangnya.

Haryo mengatakan, hindari penggunaan alat bantu atau media tambahan seperti korek api yang digunakan untuk menusuk ujung kaki korban karena justru dapat menyakiti tubuhnya. 

"Jempol kaki yang ditusuk korek api itu bisa menyakiti tubuh orang yang kerasukan. Jadi saya tidak menyarankan. Tujuannya agar kesadaran normalnya bisa balik lagi, tapi kasihan korbannya karena akan merasa kesakitan," kata Haryo.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini